Banyuwangi, IDN Times - Malam itu, tepi Pantai Boom Marina, Kabupaten Banyuwangi, dipadati lautan manusia. Mereka datang untuk menyaksikan Gandrung Sewu 2026 yang tampil dengan konsep berbeda.
Untuk pertama kalinya, pertunjukan digelar malam hari dengan tema Kembang Dermo. Sebanyak 1.300 penari Gandrung tampil elok dengan riasan glow in the dark, berlatar hamparan Selat Bali.
Sebelum para penari tampil, pertunjukan drone lebih dulu mengisi langit Pantai Boom Marina. Rangkaian cahaya di udara membentuk berbagai formasi: penari, kipas, peta Banyuwangi, hingga tulisan Gandrung Sewu.
Begitu lampu dipadamkan, giliran 1.300 penari unjuk kebolehan. Riasan fosfor di tubuh para penari berpendar dengan cahaya neon, seakan ikut menari bersama mereka yang berlenggak-lenggok di bawah sinar rembulan.
Tak lama, lampu kembali menyala. Neon yang tadi berpendar berganti menjadi kilau kostum merah dan kuning keemasan, lengkap dengan mahkota (omprog) yang menjulang anggun di kepala penari Gandrung.
Sekitar satu jam lamanya, barisan penari bergerak kompak di atas lautan pasir pantai. Gerakan mereka mengikuti alunan musik dari satu sisi arena ke sisi lain, sebelum ditutup lewat permainan sampur dan kipas yang luwes.
Kekompakan para penari dan riasan glow in the dark sukses memukau penonton yang hadir. Sepanjang pertunjukan, ponsel-ponsel terangkat nyaris tanpa jeda, seakan tak mau ketinggalan merekam momen.
"Keren sekali," ucap salah satu penonton dari sisi kiri arena pertunjukan, disambut tepuk tangan meriah.
