Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Soekarno Cup: Semifinal-Final Pakai Wasit Liga 1 dan VAR
Duel pemain di Soekarno Cup 2026. Dok. Istimewa.
  • Soekarno Cup 2026 memasuki semifinal pada 21 Agustus dan final 24 Agustus, setelah mempertemukan 400 talenta muda dari 16 provinsi.
  • Panitia menghadirkan wasit berpengalaman Liga 1 dan VAR pada fase akhir untuk menjaga pertandingan objektif, transparan, fair, serta berstandar teknis lebih tinggi.
  • VAR digunakan untuk keputusan krusial seperti gol, penalti, kartu merah langsung, dan identifikasi pemain; keputusan akhir tetap di tangan wasit utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Soekarno Cup 2026 memasuki fase paling panas. Setelah mempertemukan 400 talenta muda dari 16 provinsi, turnamen ini menaikkan standar pertandingan pada babak semifinal dan final dengan menghadirkan wasit berpengalaman dari Liga 1 serta teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Semifinal dijadwalkan berlangsung Jumat (21/8/2026) sore ini, sementara partai final digelar Senin (24/8/2026). Penggunaan perangkat pertandingan profesional tersebut menjadi bagian dari upaya panitia memberikan atmosfer kompetisi yang lebih serius kepada pemain muda.

Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, mengatakan peningkatan kualitas perangkat pertandingan sengaja dilakukan ketika turnamen memasuki fase penentuan.

“Peningkatan kualitas perangkat pertandingan pada fase akhir turnamen merupakan langkah penting untuk memastikan pertandingan berlangsung dengan standar teknis yang semakin baik,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, semifinal dan final memiliki tekanan serta intensitas pertandingan yang berbeda. Karena itu, kualitas pengadil lapangan juga harus ikut naik level.

“Penggunaan wasit berpengalaman dari Liga 1 dan VAR menjadi bagian dari upaya kami menjaga pertandingan tetap objektif, transparan, dan fair,” katanya.

Bukan sekadar soal mencari pemenang, penerapan VAR di turnamen usia muda juga menjadi pengalaman baru bagi para pemain. Mereka diperkenalkan dengan atmosfer pertandingan yang menggunakan perangkat teknologi seperti di level profesional.

Juru Bicara Soekarno Cup sekaligus mantan pemain Timnas Indonesia, Anang Maruf menjelaskan, VAR tetap menjadi alat bantu. Keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama.

“Yang kami bangun adalah kombinasi antara kualitas sumber daya manusia, prosedur pertandingan yang jelas, dan dukungan teknologi,” ujar Anang.

VAR akan digunakan untuk situasi tertentu yang berdampak signifikan terhadap pertandingan, seperti menentukan gol atau tidak gol, penalti atau tidak penalti, kartu merah langsung, serta kesalahan identifikasi pemain.

Dengan rekaman dari berbagai sudut kamera, wasit dapat melakukan peninjauan terhadap insiden yang diperlukan sebelum mengambil keputusan akhir.

Namun, bagi Anang, yang lebih penting dari keberadaan VAR adalah pelajaran yang dibawa pemain dari pertandingan tersebut.

Ia menilai pembinaan pemain muda tidak cukup hanya mengasah teknik, fisik, dan taktik. Pemain juga harus dibiasakan memahami aturan, disiplin, sportivitas hingga cara menghadapi keputusan perangkat pertandingan.

“Ketika mereka menghadapi wasit dengan standar tinggi dan pertandingan menggunakan teknologi seperti VAR, mereka mendapatkan pengalaman yang akan berguna untuk jenjang kompetisi berikutnya,” jelas mantan bek kanan Persebaya tersebut.

Apalagi, memasuki babak semifinal dan final, tekanan pertandingan dipastikan semakin tinggi. Kesalahan kecil bisa menentukan siapa yang melaju dan siapa yang harus angkat koper.

Soekarno Cup ingin memastikan kualitas pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemain, tetapi juga didukung sistem pertandingan yang profesional.

Anang menegaskan prinsip netralitas menjadi fondasi utama turnamen. Setiap pemain dan tim harus memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kualitasnya.

“Talenta muda harus dinilai berdasarkan performa dan kemampuan mereka. Karena itu, kami ingin menciptakan pertandingan yang seobjektif mungkin,” tegasnya.

Menurut Anang, kehadiran wasit Liga 1 dan VAR juga menjadi sinyal bahwa turnamen usia muda tidak boleh dianggap sebagai kompetisi kelas dua.

Semifinal dan final Soekarno Cup justru dijadikan panggung untuk memperlihatkan bagaimana talenta muda ditempa dalam atmosfer pertandingan yang mendekati level profesional.

“Semifinal dan final menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa turnamen usia muda juga bisa diselenggarakan dengan standar teknis yang serius,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article