Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Skuad Terkikis, Persebaya Siapkan Plan B Hadapi Persija
Persebaya jumpa Persita di Super League 2025/26. (Dok. Persebaya)
  • Persebaya Surabaya menghadapi laga berat melawan Persija Jakarta dengan kondisi skuad belum ideal karena enam pemain belum fit sepenuhnya.
  • Pelatih Bernardo Tavares menyiapkan berbagai skenario permainan, termasuk rencana B hingga D, untuk mengantisipasi keterbatasan pemain utama.
  • Tavares menilai Persija tetap lawan tangguh meski kehilangan beberapa pemain, dan menekankan pentingnya kesiapan menghadapi fleksibilitas taktik mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya menghadapi tantangan berat jelang laga tandang melawan Persija Jakarta pada lanjutan Super League 2026, Sabtu (11/4/2026) mendatang. Pelatih Bernardo Tavares mengakui kondisi timnya belum ideal karena sejumlah pemain masih bermasalah secara fisik.

Tavares mengungkapkan, setidaknya ada sekitar enam pemain yang belum dalam kondisi 100 persen. Situasi ini membuat tim pelatih harus memantau perkembangan skuad hingga mendekati hari pertandingan. “Saat ini kami melihat siapa saja pemain yang berada dalam kondisi terbaik. Beberapa pemain belum 100 persen, jadi kami harus evaluasi sampai hari terakhir,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Persebaya belum bisa menentukan komposisi utama. Bahkan, Tavares membuka kemungkinan harus menyiapkan berbagai skenario permainan. “Kalau tidak bisa memakai rencana utama, kami harus siap dengan rencana B, C, bahkan D. Itu tantangan terbesar kami sekarang,” tegasnya.

Di sisi lain, Persija dinilai sebagai lawan yang tidak mudah. Meski sempat menelan kekalahan di laga terakhir, Tavares meyakini Macan Kemayoran akan bangkit saat bermain di kandang.

“Mereka tim kuat, selalu sulit dikalahkan, dan pasti ingin merespons kekalahan sebelumnya,” katanya.

Tavares juga menilai absennya beberapa pemain Persija seperti Jordi Amat dan Thales Lira bukan keuntungan bagi timnya. Menurutnya, pemain pengganti justru berpotensi tampil lebih agresif. “Saya tidak melihat itu sebagai keuntungan. Pemain yang masuk biasanya punya motivasi lebih besar,” jelasnya.

Selain faktor kebugaran, Persebaya juga harus mengantisipasi fleksibilitas permainan Persija. Tavares menyebut lawannya mampu mengubah skema dengan cepat, baik saat menyerang maupun bertahan. “Mereka bisa bermain dengan banyak variasi, dari 3-2-5 saat menyerang hingga 4-4-2 saat bertahan. Kami harus siap dengan semua kemungkinan,” pungkasnya.

Editorial Team