Malang, IDN Times - Arema FC melakukan perombakan di lini belakang dengan melepaskan beberapa bintangnya. Kali ini Luiz Gustavo ikut terseret langkah cuci gudang Singo Edan. Tapi di saat yang sama, mereka juga mempermanenkan mantan Kapten Persebaya Surabaya, Hansamu Yama Pranata.
Arema FC akhirnya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak bek 32 tahun asal Brasil, Luiz Gustavo. Ia sebenarnya langsung mencuri perhatian Aremania usai didatangkan sebelum kompetisi Super League 2025/2026. Ia memperlihatkan permainan lugas dan tanpa kompromi di lini pertahanan Singo Edan.
Sayangnya setelah memperkuat Singo Edan selama 17 laga, ia terkena cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang dialaminya pada paruh musim memaksanya kembali ke Brasil pada Januari 2026 untuk menjalani operasi dan proses pemulihan. Hal ini membuat Luiz harus mengakhiri kompetisi lebih cepat dibandingkan rekan-rekannya yang lain. Sekaligus membuat Manajemen Arema FC mendatangkan Hansamu Yama dari Persija Jakarta dengan skema peminjaman.
"Cedera yang dialami Luiz Gustavo tentu menjadi cobaan yang tidak mudah bagi seorang pemain profesional. Namun kami melihat bagaimana ia berjuang melawan rasa sakit dengan penuh keteguhan dan sikap positif. Kami mendoakan agar proses pemulihannya berjalan lancar, dapat kembali ke performa terbaiknya, serta meraih kesuksesan bersama klub barunya nanti," terangnya pada Kamis (2/6/2026).
Cedera ini juga tampaknya membuat Manajemen Arema FC ragu untuk melanjutkan kerjasama dengan Luiz Gustavo. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak mantan pemain Ituano ini.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Luiz Gustavo atas kontribusi, profesionalisme, dan dedikasi yang telah diberikan selama menjadi bagian dari Arema FC. Dalam waktu yang relatif singkat, ia mampu menunjukkan kualitas serta pengaruh positif bagi tim, khususnya dalam memperkuat lini pertahanan pada putaran pertama kompetisi," ujarnya.
Kendati kehidupan Luiz Gustavo, Aremania tidak perlu terlalu berduka, pasalnya mereka masih akan bisa melihat Hansamu Yama berseragam biru-biru Arema FC. Manajemen Singo Edan akhirnya berhasil meyakinkan pemain 31 tahun ini untuk mempermanenkan statusnya sebagai pilar Arema FC.
"Hansamu datang di tengah musim dan mampu menunjukkan kualitas yang kami harapkan. Pengalamannya, kepemimpinannya, serta kemampuannya di lini belakang menjadi nilai tambah bagi tim. Karena itu kami memutuskan untuk melanjutkan kerja sama dan mempermanenkan statusnya," jelas Yusrinal.
Yusrinal menyebut kalau kehadiran mantan bek Timnas Indonesia ini memberikan tambahan kekuatan bagi sektor pertahanan Arema FC yang sempat mengalami sejumlah kendala. Pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Indonesia membuatnya mampu menghadirkan ketenangan dan stabilitas di lini belakang.
Yusrinal juga membagikan kabar kepulangan Hamzah Titofani Rivaldy yang musim lalu dipinjamkan ke Deltras Sidoarjo. Masa peminjaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan pemain muda agar mendapatkan menit bermain yang lebih banyak dan pengalaman kompetitif yang dibutuhkan.
Bersama Deltras, Tito memperoleh kesempatan tampil secara reguler dan menambah jam terbangnya di level profesional. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting ketika kembali bersaing memperebutkan tempat di skuad utama Arema FC musim depan.
"Kami mempertahankan Hansamu dan memulangkan Tito merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan skuad. Di satu sisi, Hansamu menghadirkan pengalaman dan kepemimpinan yang dibutuhkan tim. Di sisi lain, Tito menjadi salah satu pemain muda yang dipersiapkan sebagai bagian dari regenerasi klub," pungkasnya.
