Malang, IDN Times - Arema FC memiliki masalah besar di lini pertahanan usai kehilangan Walisson Maia akibat cedera patah tulang fibula saat menghadapi Borneo FC pada 26 Februari 2026 lalu. Ia diperkirakan akan absen hingga liga berakhir, padahal ia baru bergabung dengan Singo Edan kurang dari sebulan.
Arema FC Punya Masalah Serius di Pertahanan

1. Arema FC hadapi kekalahan setelah Walisson absen
Arema FC sebenarnya mendapatkan tuah instan setelah kedatangan Walisson, mereka tak terkalahkan di 3 pertandingan, bahkan mengalahkan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 8 Februari 2026 dengan skor 0-2. Mereka kemudian membekuk Semen Padang dengan skor 3-0 di Stadion Kanjuruhan sepekan kemudian. Mereka juga sukses menahan imbang Madura United di kandangnya dengan skor 2-2 pada 21 Februari 2026.
Petaka datang saat Singo Edan dijamu Borneo FC pada 26 Februari 2026, Maia salah tumpuan saat mendarat yang menyebabkan benturan keras pada kakinya, menyebabkan cedera berat yang membuat ia divonis mengakhiri liga lebih awal. Laga ini juga berakhir tragis dengan kekalahan telak Arema FC dengan skor 3-1. Tanpa Maia, Arema FC langsung mendapat rentetan kekalahan diantaranya kalah 3-4 dari Bali United di kandang dan terakhir ditekuk Bhayangkara FC dengan skor 2-1 di Lampung.
"Kami merasakan dampak dari kehilangan Maia, kita kehilangan kekuatan di pertahanan. Harus kami akui, sulit bermain tanpa Maia di pertahanan," terang Pelatih Arema FC, Marcos Santos pada Kamis (2/4/2026).
2. Arema FC belum temukan tandem yang cocok untuk Hansamu Yama
Marcos mengungkapkan jika Maia langsung cocok berduet dengan Hansamu Yama meskipun keduanya baru bertemu beberapa hari saja di Arema FC. Tapi kini ia kesulitan menemukan tandem yang cocok untuk Hansamu setelah Maia cedera.
Marcos sebenarnya sudah mencoba mengutak-atik pertahanan Singo Edan dengan mendekatkan Hansamu dengan Julian Guevara maupun Matheus Blade. Tapi hasilnya pertahanan Arema FC sangat rapuh, sebanyak 9 gol bersarang dalam 3 pertandingan saja.
"Maia memang sangat cocok dengan tim ini, karena dia memang pemain yang berpengalaman. Tentu tidak mudah untuk mencari penggantinya saat ini," jelasnya.
3. Arema FC harus temukan solusi sebelum menghadapi Malut United
Marcos dituntut menemukan solusi dari hilangnya Maia di lini pertahanan, pasalnya mereka harus segera kembali ke kompetisi Super League 2025/2026 dengan menghadapi Malut United pada Jumat (3/4/2026) di Stadion Kanjuruhan. Tersisa Hansamu Yama, Julian Guevara, dan Anwar Rifa'i di sektor bek tengah Singo Edan.
Selain itu, Marcos juga dituntut untuk mengakhiri rekor buruk 3 kali kekalahan beruntun timnya. Jika kembali kalah, Singo Edan akan kembali terpuruk dari posisinya saat ini di klasemen Super League 2025/2026. Saat ini Arema FC tercecer di peringkat 11 dengan koleksi 31 poin dari 25 pertandingan, hanya berjarak 2 poin dari Persik Kediri yang tepat di bawahnya.