Malang, IDN Times - Arema FC memastikan akan mempertahankan 3 gelandang bertahan asing diantaranya Julian Guevara, Betinho, dan Matheus Blade. Ketiganya dipertahankan karena bisa bermain di beberapa posisi selain gelandang bertahan, salah satunya bisa dirotasi menjadi bek tengah.
3 Gelandang Bertahan Asing dan 7 Pemain Lokal Bertahan di Arema FC

1. Tiga gelandang bertahan asing Arema FC telah menjadi bagian penting timj
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi mengungkapkan jika mereka mempertahankan Julian Guevara, Betinho, dan Matheus Blade karena kontribusi di lini tengah hingga pertahanan yang signifikan pada Super League 2025/2026. Ketiganya juga sudah memiliki chemistry dengan tim, juga menunjukkan konsistensi, profesionalisme, serta komitmen yang baik selama membela Arema FC.
"Ketiganya memberikan kontribusi yang sangat baik untuk tim musim lalu. Mereka sudah memahami karakter Arema FC, memahami kompetisi di Indonesia, dan menjadi bagian penting dalam permainan yang dibangun pelatih," terangnya pada Jumat (3/6/2026).
Dipertahankannya Julian Guevara, Betinho, dan Matheus Blade menjadi sinyal bahwa Arema FC tidak akan melakukan perubahan besar pada kerangka utama tim. Manajemen Singo Edan memilih mempertahankan pemain-pemain yang telah terbukti memberikan kontribusi positif, sembari melengkapi kebutuhan skuad di beberapa sektor lainnya.
2. Arema FC juga memperpanjang kontrak 7 pemain lokala
Tidak hanya 3 gelandang asing yang dipertahankan oleh Manajemen Arema FC, mereka juga memperpanjang 7 pemain lokalnya. Mereka adalah Alfarizi, Dendi Santoso, Jayus Hariono, Bayu Setiawan, Dwiki Mardiyanto, Dimas Aryaguna, dan Achmad Maulana Syarif. Yusrinal menjelaskan kalai ketujuh pemain tersebut masuk dalam rencana tim untuk musim depan karena dinilai masih memiliki kontribusi besar.
"Kami ingin mempertahankan kerangka tim yang sudah ada. Mereka memiliki peran masing-masing dan menjadi bagian penting dalam perjalanan Arema FC musim lalu. Selain kualitas di lapangan, mereka juga memahami kultur klub dan menjadi contoh bagi pemain-pemain muda," jelasnya.
Dengan dipertahankannya tujuh pemain lokal tersebut, Arema FC berupaya menjaga keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi dalam skuad. Kehadiran para pemain senior diharapkan tetap menjadi penopang tim, sementara pemain-pemain muda dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung Singo Edan di masa depan.
3. Arema FC memutuskan melepas Samuel Balinsab
Sayangnya, kabar baik ini tidak datang untuk Samuel Gideon Balinsa. Gelandang 27 tahun kelahiran Sorong ini tidak diperpanjang kontraknya oleh Singo Edan. Perjalanannya dengan Arema FC sejak Mei 2023 harus berakhir hari ini.
Selama 3 musim membela Arema FC, Balinsa memang kurang mendapatkan kepercayaan pelatih-pelatih Singo Edan. Ia tercatat hanya membukukan 64 penampilan di berbagai ajang resmi bersama Arema FC seperti Liga 1, Super League, dan Piala Presiden. Ia sebenarnya juga bagian dari skuad Arema FC yang berhasil meraih gelar juara Piala Presiden 2024.
Seiring dengan berakhirnya kontraknya pada Mei 2026, Arema FC memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan Balinsa. Karena ia tidak lagi masuk dalam proyeksi tim yang dipersiapkan Marcos Santos untuk menghadapi kompetisi musim depan.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Samuel Gideon Balinsa atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang telah diberikan selama tiga musim bersama Arema FC. Balinsa merupakan sosok pemain yang selalu memberikan kemampuan terbaiknya untuk tim dan menjadi bagian penting dalam perjalanan klub selama beberapa musim terakhir," pungkasnya.