Magetan, IDN Times – Menjelang bulan suci Ramadan, warga di Kabupaten Magetan Jawa Timur diresahkan oleh maraknya peredaran uang palsu. Seorang pedagang es teh di Desa Karas, Kecamatan Karas menjadi salah satu korban setelah menerima uang palsu dari pembeli. Ia pun rugi hingga ratusan ribu rupiah.
Nilhal Muna Assofiyah, penjaga Outlet Es Teh Pesona, menceritakan bahwa dirinya baru menyadari uang yang diterimanya palsu setelah bosnya mencoba menggunakan uang tersebut untuk berbelanja. "Bos saya memberitahu bahwa ada uang palsu di hasil jualan setelah ditolak saat transaksi," ungkap Nilhal, Kamis (20/2/2025).
Ia menjelaskan bahwa pembeli yang menggunakan uang palsu datang pada malam hari. Seingatnya, ada dua orang seorang pria dan seorang wanita yang membeli satu minuman seharga Rp10 ribu dengan uang pecahan Rp100 ribu. Selain itu, mereka juga menggunakan pecahan Rp50 ribu, sehingga total uang palsu yang diterima mencapai Rp150 ribu.
Mengetahui hal ini, Nilhal kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Setelah diperiksa, polisi memastikan bahwa uang yang diterima memang palsu. "Katanya kertasnya berbeda, ukurannya juga tidak sama, dan tidak ada efek hologram seperti uang asli," jelas Nilhal.
"Kalau siang lebih mudah dicek dengan cara ditrawang, tapi kalau malam lebih sulit. Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi, apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran, di mana uang pecahan besar lebih sering digunakan," harap Nilhal.
Tak hanya di Karas, kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Lembeyan dan Kawedanan dengan modus yang sama. Para pelaku berpura-pura berbelanja menggunakan uang palsu untuk mendapatkan kembalian uang asli dari pedagang.
