Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga di Trenggalek Mengungsi Akibat Bencana Tanah Gerak

Warga di Trenggalek Mengungsi Akibat Bencana Tanah Gerak
Bencana tanah gerak di Kabupaten Trenggalek. IDN Times/ istimewa
Share Article

Trenggalek, IDN Times - Puluhan warga di Dusun Depok, Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek terpaksa mengungsi. Hal ini dikarenakan adanya tanah gerak yang membuat akses jalan dan rumah mereka rusak. Intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan struktur tanah yang labil bergerak.

1. 19 rumah dan 1 musala rusak karena tanah gerak

Kondisi bencana tanah gerak di Trenggalek. IDN Times/ istimewa
Kondisi bencana tanah gerak di Trenggalek. IDN Times/ istimewa

Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranudikarta mengatakan, bencana tanah gerak menyebabkan 19 rumah dan 1 musala rusak. Hal itu membuat warga terpaksa meninggalkan rumah dan harus mengungsi ke posko. Total terdapat 23 warga yang terdampak bencana ini. "Ada sekitar 23 warga yang terdampak bencana tanah gerak. Saat ini warga telah mengungsi ke posko," ujarnya, Rabu (18/12/2024).

2. Polisi siapkan posko pengungsian

Warga mengungsi akibat bencana tanah gerak. IDN Times/ istimewa
Warga mengungsi akibat bencana tanah gerak. IDN Times/ istimewa

Bencana tanah gerak ini juga berpotensi menyebabkan tanah longsor. Saat ini pergerakan tanah telah mencapai radius 200 meter dari lokasi awal dengan kedalaman 2 meter. Polisi menyalurkan berbagai bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga terdampak bencana tanah gerak. "Kami mengimbau agar warga tetap waspada dan menjauh dari lokasi yang berpotensi terjadinya longsor, mengingat saat ini musim hujan," paparnya.

3. Berharap ada solusi dari pemerintah

Bencana tanah gerak di Kabupaten Trenggalek. IDN Times/ istimewa
Bencana tanah gerak di Kabupaten Trenggalek. IDN Times/ istimewa

Sementara itu, salah satu warga Yeni Yuliawati (23) mengaku tanah gerak sebenarnya sudah terjadi sejak 2 tahun lalu. Namun, tanah gerak terjadi semakin parah sejak Senin (16/12/2024) malam. Kondisi rumah sudah rusak parah. Lantai dan tembok terbelah akibat gerakan tanah semakin parah. Bersama keluarga Yeni memutuskan untuk mengungsi ke posko atau rumah warga yang lebih aman. "Semoga segera ada bantuan dari pemerintah. Karena banyak rumah warga rusak dan tidak dapat ditinggali lagi," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bramanta Putra
EditorBramanta Putra

Latest News Jawa Timur

See More

ASN Jatim WFH Tiap Jumat, Tapi OPD Ini Tetap WFO

31 Mei 2026, 16:19 WIBNews