Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sumber Utama Pemadaman Karhutla, Danau Ranupani Alami Pendangkalan
Pengambilan air untuk water boombing di Ranupani. (IDN Times/Istimewa)
  • Danau Ranupani di Lumajang mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur, sehingga pengambilan air helikopter hanya aman dilakukan di bagian tengah danau.
  • Empat helikopter melakukan sekitar 20 pengambilan air per hari untuk pemadaman Bromo; meski debit berkurang, Ranupani masih mampu memasok 1.000 liter per pengambilan.
  • Operasi water bombing membutuhkan sedikitnya 24 ribu liter air per hari dari Ranupani dan Ranu Regulo, dengan pengisian bahan bakar didukung BPBD Jawa Timur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lumajang, IDN Times - Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Bromo kini bergantung pada stok air di Ranupani dan Ranu Regulo. Tapi ada kabar yang bikin tidak tenang. Danau di Ranupani dikabarkan mengalami pendangkalan.

1. Helikopter pengambil air harus berhati-hati

Pengambilan air untuk water boombing di Ranupani. (IDN Times/Istimewa)

Danau yang ada di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang dilaporkan mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur. Hal ini dibenarkan oleh Pilot Helikopter BNPB, Kapten Janji Tambunan yang saat ini bertugas melakukan water boombing.

Janji mengungkapkan jika selama 5 hari bertugas, sebanyak 4 helikopter bolak-balik 20 kali mengambil air dari Ranupani dalam 1 hari. Ia harus berhati-hati dalam mengambil air karena banyak lumpur yang mengendap, sehingga hanya bagian tengah danau yang bisa diambil airnya. "Pendangkalan ini tentu menyebalkan debit air berkurang juga. Tapi meskipun debit air sudah berkurang, air masih bisa diambil di bagian tengah dan masih banyak airnya, masih bisa ambil full 1.000 liter, kalau untuk pemadaman masih cukup," terangnya pada Senin (11/8/2026).

2. Kepala Resort Ranupani membenarkan jika Danau Ranupani menyusut akibat pendangkalan

Pengambilan air oleh helikopter untuk water boombing karhutla di Gunung Bromo. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)

Kepala Resort PTN Ranupani, Ariyanto juga membenarkan bahwa telah terjadi pendangkalan di Danau Ranupani. Tapi ia mengklaim kalau air di Danau Ranupani masih mencukupi untuk proses pemadaman kebakaran Bromo. "Jadi memang benar ada pendangkalan, tapi di bagian tengah danau air masih bisa diambil. Tapi kalau di pinggir sudah bercampur lumpur," bebernya.

Ia mengklaim kalau air di Ranupani masih cukup untuk melakukan water boombing di Gunung Bromo. Oleh karena itu, ia minta masyarakat tidak panik.

3. Water boombing di Gunung Bromo setidaknya memerlukan 24 ribu liter air

Helikopter yang melakukan water boombing di Gunung Bromo. (Dok. BB TNBTS)

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto mengingatkan jika pelaksanaan water boombing dalam sehari membutuhkan setidaknya 24 ribu liter air. Air inilah yang diambil dari Ranupani dan Ranu Regulo.

"Jadi untik pelaksanaan refueling (pengisian bahan bakar) helikopter akan dilakukan di Ranupani dan Ranu Regulo guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan water bombing, menjaga keselamatan crew, dan mendukung keberlanjutan operasi. Kemudian dengan dukungan distribusi bahan bakar di Ranupani sepenuhnya menjadi tanggung jawab BPBD Provinsi Jawa Timur," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article