Wabah COVID-19 Melanda, Pengusaha Travel Jatim: Kami Kolaps

1. Sebut usaha travel kolaps

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Timur, Arifudinsyah tak mampu berkata banyak soal kondisi usaha travel. Semua lini, mulai dari wisata, hotel, outbound hingga perjalanan haji dan umrah lumpuh.
"Sementara ini kolaps semua. Kita kan objek wisata, hotel, akomodasi, transportasi, juga yang outbond umrah haji," ujarnya kepada IDN Times, Rabu (8/4).
2. Tidak ada pemasukan sama sekali

Lumpuhnya usaha travel diakui oleh Arif tidak hanya di Jatim saja. Melainkan seluruh Indonesia. Dia tidak bisa menyebut nilai kerugian secara rinci. Yang jelas tidak ada pemasukan sama sekali selama wabah melanda.
"Kolaps ya tidak ada (pemasukan)," kata dia.
3. Karyawan dirumahkan

Akibat dari tidak adanya pemasukan, para pengusaha travel terpaksa harus merumahkan sementara para pekerjanya karena tidak ada uang untuk bisa terus memberikan gaji.
"Sementara iya otomatis (dirumahkan)," ucap Arif.
"Gak ada yang bisa dijual. Beberapa banting setir ke pengusaha lain," dia menambahkan.



















