Truk di Kediri Tertabrak Kereta Api, Terseret 500 Meter

Kediri, IDN Times - Sebuah truk pasir tertabrak Kereta Api Brawijaya relasi Gambir-Malang di perlintasan berpalang pintu tidak resmi di Kabupaten Kediri. Peristiwa ini terjadi di perlintasan antara Stasiun Papar dan Kediri, tepatnya di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem. Dalam kejadian ini, sopir truk mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sejumlah perjalanan kereta api juga terganggu akibat peristiwa ini. Terdapat 4 kereta api yang mengalami keterlambatan.
1. Kecalakaan terjadi dini hari tadi

Kapolsek Ngasem, Iptu Yudi mengatakan, peristiwa kecelakaan ini terjadi dini hari sekitar pukul 02.15 WIB. Dari informasi yang didapat, kecelakaan berawal saat truk dari arah barat menuju timur. Setelah sampai di lokasi, sopir truk diduga mengantuk dan tidak menyadari ada kereta api yang datang dari arah utara ke selatan. Truck tersebut tertabarak dan terseret hingga sejauh 500 meter.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Korbannya sedang dirawat di RS Aura Syifa dan untuk penyebabnya kami masih meminta keterangan dari korban dan saksi,” ujarnya, Minggu (29/10/2023).
2. Perjalanan 4 kereta api terganggu

Sementara itu Deputy Vice President PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, Irene Margareth Konstantine mengatakan terdapat 4 rangkaian kereta api yang terganggu akibat peristiwa ini. Kereta tersebut adalah kereta api Brawijaya mengalami kelambatan 220 menit, KA Malabar relasi Bandung - Malang, mengalami kelambatan 63 menit, KA Gajayana relasi Gambir - Malang mengalami kelambatan 46 menit, KA Jayakarta relasi Pasarsenen - Surabaya Gubeng, mengalami kelambatan 24 menit. Kelambatan tejadi karena truk menghalangi jalur KA. Proses evakuasi dan pembersihan jalur dinyatakan selesai pukul 05.12 WIB dan perjalanan KA dapat kembali normal.
"KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang mengalami keterlambatan. Kami tetap memberikan kompensasi keterlambatan pada pelanggan terdampak pada kesempatan pertama sesuai peraturan yang ada,” tuturnya.
3. Minta masyarakat selalu waspada saat lewat perlintasan

Pihak Daop 7 Madiun juga menyediakan transportasi lanjutan berupa Bus dan kereta api commuters untuk pelanggan kereta api menuju Blitar hingga Kepanjen. Transportasi lanjutan diberikan karena KA Malabar dan KA Gajayana dilakukan rekayasa operasi memutar melalui Surabaya.
"Kami imbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api," pungkasnya.


















