Tol Laut Pelni Dimulai, Diklaim Tekan Disparitas Harga di Wilayah 3TP

- Tol Laut 2026 menggunakan KM Logistik Nusantara 3 berlayar perdana dari Kade Mirah, Tanjung Perak Surabaya
- PT PELNI menjangkau wilayah Terpencil, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) yang diharapkan bisa menekan disparitas harga bahan pokok hingga 40 persen
- KM Logistik Nusantara 3 ditugaskan untuk melayani Trayek T-9 dengan rute Tanjung Perak – Wanci – Namrole – Tanjung Perak
Surabaya, IDN Times – Tol Laut tahun 2026 menggunakan KM Logistik Nusantara 3 berlayar perdana dari Kade Mirah, Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (10/1/2026). Tol laut PT Pelayanan Nasional atau PT PELNI (Persero) ini menjangkau wilayah Terpencil, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) yang diharapkan bisa menekan disparitas harga bahan pokok hingga 40 persen.
Direktur Utama PELNI Tri Andayani atau akrab disapa Anda menyampaikan bahwa pelayaran perdana KM Logistik Nusantara 3 ini kapal mengangkut 78 TEUs terdiri dari 74 TEUs muatan kering dan 4 TEUs muatan beku. Muatan tersebut didominasi barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) seperti beras, minyak goreng, air mineral, serta ayam beku.
"Melalui pelayaran perdana ini, kami memastikan distribusi bapokting ke wilayah 3TP dapat berjalan tepat waktu dan berkelanjutan. Dengan jadwal tetap dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, kami berkomitmen mendukung konektivitas dan pemerataan logistik nasional," terangnya.
Dengan adanya Tol Laut KM Logistik Nusantara 3 ini, diharapkan mampu mengurangi disparitas harga bahan kebutuhan masyarakat hingga 40 persen. “Tidak hanya mendistribusikan barang kebutuhan pokok secara rutin, tetapi Tol Laut juga membantu mengurangi disparitas harga di wilayah 3TP hingga 20-40 persen,” ujar Anda.
Anda turut menjelaskan kinerja Tol Laut PELNI pada tahun 2025 mencatat total peti kemas sebanyak 13.142 TEUs atau mengalami kenaikan 6 persen dari tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2025, kami mencatat muatan berangkat 9.103 TEUs didominasi bapokting dan muatan balik 4.039 TEUs berupa komoditas daerah seperti ikan, kopra dan rumput laut. Untuk 2026, kami menargetkan volume muatan minimal setara, bahkan lebih tinggi dari capaian tersebut,” terang Anda.
Pada tahun 2026, KM Logistik Nusantara 3 ditugaskan untuk melayani Trayek T-9 dengan rute Tanjung Perak – Wanci – Namrole – Tanjung Perak. Trayek ini merupakan penyesuaian dari tahun sebelumnya yang melayani Trayek T-6 yaitu Tanjung Perak – Tidore – Jailolo – Tanjung Perak.
Penyesuaian trayek ini dilakukan untuk mengoptimalkan jangkauan layanan Tol Laut sesuai dengan kebutuhan distribusi logistik di wilayah tujuan. Dengan demikian, kehadiran kapal diharapkan dapat semakin memperkuat konektivitas antarpulau serta menjamin kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok dan penting ke wilayah 3TP.
Di tahun 2026, PELNI kembali dipercaya untuk melayani 8 trayek seperti tahun sebelumnya. Jumlah tersebut mengambil porsi hampir 20 persen dari total trayek tol laut secara nasional.
"Kami juga mengajak pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan muatan balik melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah agar distribusi logistik dapat berjalan lebih seimbang dan berkelanjutan," pungkas Anda.
Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah menyampaikan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran program Tol Laut. Pada tahun 2026, PELNI mengoperasikan empat trayek kapal Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya untuk melayani distribusi logistik ke berbagai wilayah 3TP.
“Sepanjang tahun 2025, total muatan Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya mencapai 5.697 TEUs. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 43 persen dari total produksi muatan berangkat di 2025. Capain ini mencerminkan peran Surabaya sebagai hub logistik nasional serta komitmen PELNI dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bapokting bagi wilayah 3TP,” tambah Roni.

















