Malang, IDN Times - Pendakian ilegal Gunung Semeru ternyata masih saja dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Beberapa orang tetap melakukan pendakian melalui jalur pendakian ilegal di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Padahal, Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menutup akses pendakian karena Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Tim SAR Berhasil Selamatkan Pendaki Ilegal Gunung Semeru

1. Seorang pendaki ilegal yang dilaporkan hilang berhasil diselamatkan Tim SAR
Kantor SAR Surabaya mendapatkan laporan jika seorang pendaki bernama Muhammad Isa Daus Wasa (20) warga Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dilaporkan hilang saat melakukan pendakian Gunung Semeru melalui jalur ilegal Dusun Jarak Ijo pada Senin (7/9/2026) bersama 7 rekan lainnya. Tapi saat perjalanan turun, Isa terpisah dari rombongan dan tidak berhasil ditemukan oleh rekan-rekannya. Isa sempat berhasil menghubungi keluarganya melalui pesan WhatsApp (WA) untuk mememberitahukan kalau posisinya ada di Puncak Limpak yang koordinatnya ada di 8° 06' 21.24" S 112° 54' 33.60".
"Setelah mendapatkan laporan, kami langsung mengerahkan 1 tim rescue Unit Siaga SAR Malang Raya untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR lainnya. Tim ini kemudian dipecah menjadi 2 SRU dengan tambahan dari BPBD Kabupaten Malang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Bolang Rescue, Gimbal Alas, dan warga sekitar," terang Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit pada Rabu (9/9/2026).
Tim SAR Gabungan membutuhkan waktu sekitar 6 jam 45 meni untuk menuju lokasi yang dibagikan Isa, untjngnya tim SAR gabungan langsung berhasil menemukan Isa. Ia kemudian dievakuasi turun bersama tim menuju Posko SAR Gabungan setelah beristirahat, makan, dan minum untuk memulihkan tenaga.
2. Isa berhasil tiba di Posko SAR Gabungan sekitar pukul 19.00 WIB
Sementara Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Imam Nahrowi menceritakan kalau perjalanan turun dimulai pukul 14.30 WIB setelah Isa dinyatakan sudah cukup beristirahat. Evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena tim harus melewati jalur ekstrem dengan penerangan yang minim saat malam hari.
"Alhamdulillah Slsekitar pukul 19.00 WIB kami dan Isa tiba di posko. Setelah mendapatkan keterangan terkait aktivitasnya selama berada di kawasan Gunung Semeru, Isa kemudian diserahkan kepada keluarganya," tuturnya.
3. Masyarakat diimbau untuk tidak nekat mendaki Gunung Semeru
Lebih lanjut, Imam mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal nekat seperti mendaki Gunung Semeru. Pasalnya jalur pendakian masih ditutup karena masih berbahaya untuk dilintasi.
"Jalur pendakian kan masih bahaya karena potensi karhutla di Gunung Semeru masih ada. Kemudian kemarin lan sempat erupsi, jadi kalau hosa ditahan dulu kalau ingin melakukan pendakian," pungkasnya.
Curated For You
- BPBD Bilang Erupsi Semeru Rutinitas, Status Siaga Sejak Tahun Lalu07 Sep 2026, 14:25 WIB