Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ternyata RS Persada Malang Belum Menyerahkan Salinan CCTV

Ternyata RS Persada Malang Belum Menyerahkan Salinan CCTV
Potret RS Persada Malang. (Dok. Humas RS Persada Malang)
Share Article

Malang, IDN Times - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota terus menelusuri kasus dugaan pelecehan yang dilakukan dokter RS Persada Malang. Mereka kini mencari CCTV yang bisa dijadikan alat bukti kasus ini. Tapi ternyata RS Persada Malang tak kunjung memperlihatkan hasil CCTV yang terpasang di dalam maupun luar rumah sakit.

1. Ternyata RS Persada Malang belum menyerahkan salinan CCTV mereka

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muchammad Sholeh. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muchammad Sholeh. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muchammad Sholeh menyampaikan jika sejauh ini mereka belum menemukan hambatan dalam penyelidikan kasus ini. Tapi sampai saat ini pihak RS Persada Malang ternyata belum menyerahkan hasil salinan CCTV mereka. Padahal pihak kepolisian sudah datang ke RS Persada Malang sejak Sabtu (19/4/2025) lalu, tapi sampai saat ini pihak rumah sakit belum memberikan salinan CCTV.

"Kita sudah kirimkan surat (permintaan salinan rekaman CCTV), tapi belum dibalas suratnya, belum dijawab harinya (kapan menyerahkan). Secara katanya kita mau disurati katanya," terangnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (26/4/2025).

Sholeh mengatakan jika sejauh ini pihak RS Persada Malang cukup kooperatif selama proses penyelidikan. Tapi ia tidak tahu kenapa sampai seminggu belum memberikan surat balasan terkait kapan menyerahkan salinan CCTV. "Mungkin mereka sibuk," ucapnya.

2. Dokter AY telah dipecat, tapi penyelidikan akan tetap dilakukan di RS Persada Malang

Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sholeh mengungkapkan jika ia sudah mengetahui jika dokter AY yang merupakan terduga pelaku susah dipecat dari RS Persada Malang. Meski demikian, RS Persada Malang tetap akan terus diperiksa karena lokasi dugaan kejadian pelecehan seksual ini terjadi di sana. Ia juga menjelaskan jika pemecatan dokter AY merupakan urusan personal antara dokter dan manajemen rumah sakit.

"Apa hubungannya suatu tidak pidana yang lokasinya ada di sana kaitannya dengan dokter. Kita bicara locus dilektinya atau tempat kejadian perkara dan bukan pesonalnya, tapi tempatnya dulu untuk mencukupi alat bukti. Terkait benar tidaknya adanya suatu peristiwa yang ada di rumah sakit tersebut sesuai yang dilaporkan oleh korban," tegasnya.

3. Polisi telah kirimkan surat pemanggilan pada dokter AY, tapi belum ditentukan kapan diperiksa

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muchammad Sholeh. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muchammad Sholeh. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Lebih lanjut, Sholeh mengatakan jika pihaknya telah melakukan pemanggilan pada dokter AY untuk dilakukan pemeriksaan terkait kasus ini. Tapi ia belum bisa memastikan kapan dokter AY akan datang ke Polresta Malang Kota.

"Sudah (pemanggilan pada dokter AY), tapi tidak harinya (kapan diperiksa)," pungkasnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa sebanyak 2 saksi diantaranya karyawan RS Persada Malang dan teman korban QAR yang menjenguk sebelum kejadian. Sementara korban yang sudah membuat laporan ada 2 perempuan yaitu QAR asal Bandung dan A asal Kota Malang.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rizal Adhi Pratama
EditorRizal Adhi Pratama

Latest News Jawa Timur

See More

Salat Idul Adha Masjid Al Akbar Bakal Dipadati 40 Ribu Jemaah

26 Mei 2026, 10:48 WIBNews