Mereka Mengantar Penumpang, Lalu Pulang Mengurus Rumah

- Ibu rumah tangga di Surabaya menjadi pengemudi ojek online untuk membantu ekonomi keluarga, menyeimbangkan pekerjaan jalanan dan tugas rumah tangga setiap hari.
- Komunitas SheJek Surabaya beranggotakan lebih dari 100 pengemudi perempuan yang saling mendukung dalam menghadapi tantangan bekerja sambil mengurus keluarga.
- IKA MM Universitas Ciputra mengadakan kegiatan 'Ride to Hope' dengan memberikan bantuan helm, sembako, dan perlengkapan sekolah sebagai bentuk apresiasi bagi para pengemudi ojol perempuan.
Surabaya, IDN Times – Pagi itu, deretan motor memenuhi halaman Universitas Ciputra Surabaya, Selasa (14/7/2026). Jaket hijau dan oranye mendominasi. Namun, yang membuat pemandangan berbeda adalah sosok-sosok di balik helm itu. Mereka bukan sekadar pengemudi ojek online, melainkan ibu rumah tangga yang setiap hari berpacu dengan waktu demi menjaga dapur tetap mengepul.
Usai mengantar anak sekolah, mereka menyalakan aplikasi. Jalanan Surabaya menjadi ruang kerja. Siang hingga sore mengantar penumpang, malam kembali ke rumah untuk memasak, mencuci, membantu anak belajar, lalu bersiap mengulang rutinitas yang sama keesokan hari.
"Kami harus meninggalkan keluarga untuk bekerja. Banyak yang baru bisa mulai online setelah mengantar anak sekolah. Pulang sudah lelah, tetapi pekerjaan rumah masih menunggu. Itu tantangan kami sebagai perempuan," ujar Koordinator SheJek Surabaya, Erni.
Komunitas SheJek Surabaya kini beranggotakan lebih dari 100 pengemudi perempuan. Bagi sebagian besar anggotanya, menjadi pengemudi bukan sekadar pilihan profesi, tetapi cara bertahan memenuhi kebutuhan keluarga.
Karena itu, ketika Ikatan Alumni Magister Manajemen (IKA MM) Universitas Ciputra menggelar Alumni Peduli Ojek Online – Ride to Hope, suasananya terasa berbeda. Bukan hanya konvoi motor yang berlangsung meriah, tetapi juga rasa dihargai yang jarang mereka rasakan.
Sebanyak 100 pengemudi ojol perempuan menerima helm, paket sembako, tas sekolah untuk anak, hingga bantuan bahan bakar sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka.
Erni mengaku perhatian sederhana seperti itu memiliki arti besar bagi para pengemudi perempuan. "Kami merasa sangat dihargai. Terima kasih kepada IKA MM Universitas Ciputra dan seluruh donatur. Semoga diberikan kemudahan rezeki sehingga bisa terus berbagi."
Bagi Ketua IKA MM Universitas Ciputra, Malik Atmadja, perempuan pengemudi ojol merupakan potret ketangguhan yang sering luput mendapat perhatian. "Kami sangat prihatin sekaligus mengapresiasi para pejuang ekonomi, khususnya perempuan. Mereka mengurus rumah tangga, anak-anak, tetapi tetap bekerja mencari rezeki. Kegiatan ini adalah bentuk penghargaan kami kepada mereka," katanya.
Menurut Malik, semangat berbagi merupakan nilai yang terus dibawa para alumni Universitas Ciputra. Kesuksesan, katanya, seharusnya tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"Hari ini kami memilih menyapa langsung para pengemudi ojol perempuan. Mereka setiap hari mengantar orang lain mencapai tujuan, tetapi sering kali lupa siapa yang menemani perjuangan mereka," pungkasnya.



















