Teras Semeru hingga Desa Wisata, Favorit Baru Wisata Jatim

- Destinasi wisata baru di Jatim, seperti Teras Semeru dan Desa Wisata, jadi favorit wisatawan Nusantara dan mancanegara.
- Kunjungan wisatawan ke Jatim pada 2025 naik dari sekitar 78 juta menjadi lebih dari 79 juta kunjungan, dengan minat kuat pada destinasi alam ikonik.
- Desa wisata seperti Mejono Ronjong di Kabupaten Kediri dan Sidomulyo di Kota Batu mencatat lonjakan minat yang signifikan dari wisatawan Nusantara.
Surabaya, IDN Times – Sejumlah destinasi wisata baru mulai muncul sebagai favorit wisatawan di Jawa Timur (Jatim) sepanjang 2025. Fenomena ini menandai bergesernya minat wisatawan, khususnya wisatawan Nusantara, yang kini semakin melirik desa wisata dan destinasi alternatif berbasis alam.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Evy Afianasari, mengatakan destinasi baru tersebut menjadi faktor pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan ke Jatim. Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan pada 2025 tercatat naik dari sekitar 78 juta menjadi lebih dari 79 juta kunjungan.
“Selain destinasi unggulan yang sudah dikenal, ternyata ada destinasi baru yang masuk dalam kategori favorit, terutama desa wisata,” ujar Evy, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, untuk wisatawan mancanegara, minat masih kuat pada destinasi alam ikonik seperti Tumpak Sewu dan Gunung Bromo. Namun, pada 2025 muncul destinasi baru yang mulai digemari wisatawan asing, yakni Teras Semeru dan Taman Nasional Baluran.
“Teras Semeru dan Baluran menjadi destinasi baru yang cukup diminati wisatawan mancanegara tahun lalu,” katanya.
Sementara itu, di segmen wisatawan Nusantara, desa wisata justru mencatat lonjakan minat yang signifikan. Beberapa desa wisata tercatat masuk dalam daftar destinasi favorit baru di Jatim.
“Untuk wisatawan domestik, Desa Wisata Mejono Ronjong di Kabupaten Kediri dan Desa Wisata Sidomulyo di Kota Batu menjadi destinasi yang banyak dikunjungi,” ungkap Evy.
Ia menilai tren ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan desa wisata di Jawa Timur. Selain mendorong pemerataan pariwisata, keberadaan desa wisata juga memperkuat ekonomi lokal dan membuka ruang partisipasi masyarakat.
Evy menambahkan, meningkatnya ketertarikan wisatawan terhadap destinasi baru juga tidak lepas dari upaya Pemprov Jatim dalam memperkuat promosi, konektivitas transportasi, serta jaminan keamanan dan kenyamanan di kawasan wisata.
“Pariwisata Jawa Timur dikenal aman dan nyaman. Itu yang terus kami jaga, terutama saat puncak libur dengan pemantauan langsung di destinasi,” pungkasnya.

















