Surabaya, IDN Times - PDI Perjuangan mulai memasang target politik menghadapi Pilgub Jawa Timur (Jatim) 2029. Partai berlambang kepala banteng moncong putih itu menyebut kursi Gubernur Jatim sebagai salah satu cita-cita politik yang ingin diwujudkan pada kontestasi mendatang.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan target tersebut dibangun berdasarkan optimisme partai terhadap peta elektoral sekaligus konsolidasi mesin politik di Jatim.
“Ya, itu sebagai suatu cita-cita politik. Ditinjau dari peta politik yang ada, secara konsisten elektoral PDI Perjuangan terus mengalami kenaikan,” ujar Hasto saat ditemui usai konsolidasi internal PDI Perjuangan di Jatim.
Hasto menegaskan, target merebut kursi gubernur tidak dapat dipisahkan dari upaya partai memperkuat perolehan suara pada Pemilu 2029. Namun, ia menekankan, kemenangan elektoral bukan satu-satunya orientasi politik PDIP.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, kata Hasto, mengingatkan kader agar tetap menampilkan politik yang berpihak kepada rakyat. “Yang terpenting adalah menampilkan wajah politik yang memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan terus membela rakyat tertindas,” katanya.
Hasto menyebut Jatim memiliki modal kader yang cukup besar untuk menghadapi kontestasi politik mendatang. Saat ini, PDIP memiliki 12 kepala daerah di Jawa Timur serta sekitar 19 anggota DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan Jatim.
Selain mengandalkan kader yang sudah memiliki pengalaman elektoral, PDIP juga membuka ruang bagi kader baru melalui proses pendidikan politik dan rekrutmen.
“Kalau kita lihat dalam iklim demokrasi yang terkonsolidasi, ada calon-calon yang muncul dari kepala daerah; kami punya 12 kepala daerah di sini. Ada juga dari anggota DPR RI; kami punya jumlah yang cukup signifikan, sekitar 19 orang dari Jawa Timur,” ungkap Hasto.
Dalam konteks kandidat potensial untuk Pilgub Jatim, nama mantan Menteri Sosial sekaligus eks Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut disebut Hasto. Hasto menilai Risma merupakan salah satu contoh kader yang tumbuh melalui proses panjang di internal PDIP.
Risma sebelumnya merupakan aparatur sipil negara sebelum kemudian mendapatkan ruang politik sebagai kepala daerah. “Ibu Tri Rismaharini misalnya, beliau direkrut dari kalangan ASN. Kepemimpinannya digembleng, bertemu dengan Ibu Mega, diberikan ruang menjadi Wali Kota dua periode dan sangat berhasil, lalu dipercaya menjadi Menteri Sosial,” jelasnya.
Saat ini, Risma juga dipercaya menjabat Ketua DPP PDIP Bidang Penanggulangan Bencana.
Meski demikian, Hasto belum secara eksplisit menyatakan PDIP telah menetapkan Risma sebagai calon Gubernur Jatim untuk Pilgub 2029. Ia menegaskan proses pengkaderan masih terus berjalan.
“Ya, kami terus melakukan pengkaderan. Mereka-mereka yang punya potensi sebagai pemimpin dan mampu menjawab harapan rakyat pasti diberikan ruang di PDI Perjuangan, termasuk anak-anak muda,” katanya.
Menurut Hasto, PDIP memiliki banyak pengalaman melahirkan kepala daerah dari proses kaderisasi. Rekam jejak tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai kontestasi politik mendatang, termasuk Pilgub Jatim.
“Syaratnya adalah mereka memiliki jiwa dan spirit perjuangan seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan para tokoh bangsa lainnya,” pungkasnya.
