Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

'Surabaya Menggugat', Giliran Arek-arek Suroboyo yang Akan Turun Aksi

'Surabaya Menggugat', Giliran Arek-arek Suroboyo yang Akan Turun Aksi
pixabay.com/niekverlaan
Share Article

Surabaya, IDN Times - Gejolak aksi turun jalan di berbagai kota besar, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang hingga Samarinda telah berlangsung, Senin (23/9). Semuanya membawa agenda tolak pengesahan RUU KPK, tunda RKUHP dan tuntut segera sahkan RUU PKS.

Akan tetapi hal yang sedikit berbeda di Surabaya. Kota yang mempunyai julukan Pahlawan ini masih adem ayem hingga Senin (23/9). Meski begitu, ada poster "Surabaya Menggugat" dengan agenda seperti aksi di kota lainnya yang rencananya digelar di depan Gedung DPRD Jatim, Kamis (26/9).

 

1. BEM UNAIR benarkan akan ada aksi Kamis (26/9)

Instagram.com/univ_airlangga
Instagram.com/univ_airlangga

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga Surabaya, Agung Tri Putra membenarkan ada rencana aksi turun jalan pada Kamis (26/9). Tapi pihaknya masih melakukan konsolidasi terkait aksi ini. Terkait poster, pihaknya membantah mengeluarkan seruan tersebut.

"Sejauh ini kita masih konsolidasi dengan semua elemen yang ada di Surabaya," ujarnya kepada awakmedia, Senin (23/6).

2. Rencananya ITS dan UTM turut gabung

Kampus ITS. its.ac.id
Kampus ITS. its.ac.id

 

Nantinya, lanjut Agung, aksi ini tidak dilakukan oleh UNAIR saja. Ia menyebut ada beberapa elemen gabungan, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya hingga Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

"Kita juga ada elemen lain kok, teman-teman dari organisasi ekstra kampus juga akan turun," katanya.

3. BEM se-Surabaya disebut merapat untuk aksi

pixabay.com/niekverlaan
pixabay.com/niekverlaan

Senada dengan Agung, Presiden BEM Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Ongki Fahrurrozi menyebut aksi turun jalan pada Kamis (26/9) akan diikuti BEM se-Surabaya. "UNAIR, UNESA, UINSA, dan BEM-BEM yang lain. Kami masih akan konsolidasi teknisnya," katanya.

4. Bawa agenda tuntut isu terkini

ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Sementara untuk tuntutan yang akan dibawa dalam aksi tersebut ialah terkait isu-isu terkini. Ongki menilai ada pembelokan demokrasi di pemerintahan saat ini yang bermula dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurutnya beberapa pembahasan yang ada di DPR seperti RKUHP bisa merugikan masyarakat apabila tetap disahkan.

"Tentang RUU-RUU yang kiranya ke depan merugikan kita dan masyarakat. Nanti kami kirim rilisnya," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More

Milos Cabut dari Persebaya, Tinggalkan Sindiran untuk 'Satu Orang'

01 Jun 2026, 20:31 WIBNews