Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Surabaya Darurat Curanmor, Ketua RT/RW Bakal Dikumpulkan

Surabaya Darurat Curanmor, Ketua RT/RW Bakal Dikumpulkan
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (IDN Times/Khusnul Hasana).
Share Article

Surabaya, IDN Times - Belakangan kasus pencurian pencurian motor (curanmor), jambret dan begal marak terjadi di Surabaya. Untuk meminimalisir kasus tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal melakukan kordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan mengumpulkan seluruh RT/RW.

Data dari Polrestabes Surabaya, pada 3-4 Juni 2024 saja, polisi telah menangkap 21 tersangka pelaku curanmor, pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) atau 3C. Selama 2 hari itu telah ada 19 kasus yang terdiri dari curanmor 15 kasus, curat 2 kasus, curas 1 kasus dan sajam kasus.

1. Pemkot berkoordinasi dengan polisi kumpulkan RT/RW

CCTV rekam aksi curanmor di jalan Ringroad (dok.CCTV toko Dunia Bola)
CCTV rekam aksi curanmor di jalan Ringroad (dok.CCTV toko Dunia Bola)

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan menanggapi maraknya kasus curanmor di Surabaya, pihaknya akan berkordinasi dengan Polrestabes Surabaya. Kemudian akan memanggil perwakilan RT/RW se-Surabaya. 

"Curanmor udah kita koordinasikan dengan polrestabes. Jadi nanti insyaallah kita akan membuat pertemuan dengan seluruh perwakilan RT/RW, juga dengan kepolisian, sama Forkopimda untuk bagaimana penyelesainnya," ujar Eri, Sabtu (8/6/2024).

2. Aksi kejahatan tak lepas dari meningkatnya angka kemiskinan

Ilustrasi kemiskinan (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi kemiskinan (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menurut Eri, meningkatnya aksi kejahatan di Surabaya tak lepas dari angka kemiskinan di Kota Pahlawan. Apalagi Surabaya merupakan kota besar, banyak orang luar kota berbondong-bondong mencari penghidupan di Surabaya.

"Semakin banyak kemiskinan, maka akan terjadi hal itu. Ini kota besar, ada yang dari luar-luar itu masuk," tuturnya.

3. Warga diminta untuk menjaga kampungnya masing-masing

Potret Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan sambutan pada Pawai Seni Ogoh-Ogoh, Minggu (10/3/2024).(IDN Times/Faradiba Divani)
Potret Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan sambutan pada Pawai Seni Ogoh-Ogoh, Minggu (10/3/2024).(IDN Times/Faradiba Divani)

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi meningkatkannya kasus curanmor, pihaknya meminta agar warga Surabaya menjaga kampungnya masing-masing. Warga tak bisa hanya mengandalkan pihak berwajib saja. 

"Kita tidak bisa kalau hanya mengandalkan pihak berwajib. Contoh di kampung, masa kita suruh masuk kampung. Bararti maksudnya itu di kampung tetep kita jaga bersama tapi empati orang kampung juga harus dijaga, Udah tau dikampung ada yg uglak uglik (merusak) pager, dijarno (dibiarkan)," jelas dia.

Eri juga bakal menghidupkan kampung Madani. Kampung madani merupakan konsep perkampungan yang saling peduli, aman dan nyaman.

"Kampung madani itu bukan hanya memberi bantuan kepada yang tidak mampu di kampung tersebut, tapi bagaimana menciptakan lingkungan aman, nyaman. Selain itu kami juga koordinasi dengan kpolisian untuk jaga yang di luar perkampungan. Jadi beban kita terbagi, Insyaallah begitu," pungkas Eri.

Share Article
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More

KN Permadi Dikerahkan Cari ABK Hilang di Perairan Sampang

28 Mei 2026, 21:04 WIBNews