Soal 5.000 Rumah di Jatim, Berpotensi di Luar Surabaya Raya

Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa punya target sendiri untuk mewujudkan program rumah murah sesuai dengan misi Presiden Prabowo Subianto. Total rumah murah yang ditargetkan 5.000 unit.
"Potensi pembangunannya masih besar. Tentu, ini akan menjadi program bersama,” ujarnya.
Khofifah optimistis angka itu bisa diwujudkan di Jatim. Meski diakuinya memang ada perhatian khusud terkait rumah murah ini. Mulai luasan, lokasi dan pembiayaan.
"Detail teknisnya harus dibahas bersama,” katanya.
Khofifah pun menginstruksikan BUMD milik Pemprov Jatim seperti PT Panca Wira Usaha (PWU) yang masuk bisnis properti untuk bergerak. PWU diharapkan aktif berkolaborasi dalam mewujudkan rumah murah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPD REI Jatim Widodo Feriyanto menyambut baik. Menurutnya, hal itu akan mendorong peningkatan bisnis properti dan menambah ketersediaan hunian. Ia setuju mengenai perlunya kolaborasi dalam pembangunan hunian rumah di Jatim.
"Tentu, harapannya ada pelayanan berbeda untuk pengembang rumah murah. Sehingga durasi penyelesaian perizinan dan lainnya bisa lebih cepat,” kata Widodo.
Sebab, lanjut Widodo. durasi keluarnya izin yang lama juga berpengaruh dalam pembangunan rumah murah. Ia tak menampik bahwa tidak semua daerah bisa dikembangkan untuk program rumah murah. Seperti kawasan Surabaya Raya.
Berdasar catatan Widodo, rumah murah berpotensi dibangun di beberapa daerah. Seperti Pasuruan, Jember, Lumajang, Banyuwangi. “Pasuruan salah satu yang cukup representatif. Selain banyak industr, harga tanah masih representatif," pungkasnya.

















