Serikat buruh Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember demo. IDN Times/Mohamad Ulil Albab
Saat menggelar aksi di depan DPRD Jember, para buruh sempat ditemui Ketua Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto.
Para buruh menuntut agar bisa segera bertemu bupati lewat desakan DPRD. Namun, David tidak mau tanda tangan kesepakatan tersebut, karena terdapat poin DPRD yang dinilai tidak mau menampung aspirasi rakyat.
Suasana demo sempat tegang, dan langsung coba merinsek masuk ke kantor dewan untuk menemui pimpinan DPRD lain. Perwakilan buruh diperkenankan masuk ke gedung dewan dan mencari sendiri para anggota dewan, namun tidak mereka jumpai.
Para buruh memberi waktu satu Minggu ke depan, akan menggelar aksi lebih besar bila tidak bisa bertemu bupati.
"Setelah memastikan, masuk ke dalam, ada yang mau menemui dan punya hati nurani yang memperjuangkan. Kami tidak percaya tidak ada dewan lain. Setelah kami cek memang kondisi sedang kosong," terangnya.
"Kami sudah longgarkan lagi, kasih waktu satu Minggu. Kalau dalam waktu itu tidak ada iktikad baik untuk ketemu kami, jangan salahkan rakyatnya kalau melakukan aksi yang lebih dari ini. Kami turunkan seluruh buruh PDP Kahyangan beserta keluarganya," tambahnya.