Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Semeru Level Siaga, 21 Letusan Terekam dalam 6 Jam
Gunung Semeru erupsi bersamaan dengan Gunung Anak Krakatau (X.com/badangeologi_)
  • Gunung Semeru tetap berstatus Level III Siaga, dengan 21 gempa letusan terekam pada 5 September 2026 pukul 18.00-24.00 WIB, disertai gempa guguran, hembusan, tremor, dan tektonik jauh.
  • Petugas mengamati tujuh letusan asap putih-kelabu setinggi 300-500 meter ke arah timur laut serta dua guguran sejauh sekitar 500 meter menuju Besuk Kobokan.
  • PVMBG melarang aktivitas hingga 13 kilometer di sektor tenggara Besuk Kobokan dan radius 5 kilometer dari kawah, serta mengingatkan potensi awan panas, lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (5/9/2026) pukul 18.00-24.00 WIB

Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga), dengan 21 gempa letusan terekam. Petugas juga mencatat gempa guguran, hembusan, tremor harmonik, gempa tektonik jauh, letusan asap, dan guguran menuju Besuk Kobokan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga) setelah 21 gempa letusan, guguran, hembusan, tremor harmonik, dan gempa tektonik jauh terekam selama enam jam pengamatan.
  • Who?
    Petugas Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi melakukan pencatatan aktivitas; PVMBG mengeluarkan imbauan keselamatan bagi masyarakat di sekitar Semeru.
  • Where?
    Aktivitas terpantau di Gunung Semeru, Lumajang. Guguran mengarah ke Besuk Kobokan; kewaspadaan juga berlaku di Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan anak sungai Besuk Kobokan.
  • When?
    Pengamatan berlangsung Sabtu, 5 September 2026, pukul 18.00-24.00 WIB.
  • Why?
    Pembatasan aktivitas diberlakukan karena terdapat potensi awan panas, guguran lava, lahar, serta lontaran batu pijar di sekitar kawah dan jalur sungai berhulu di Semeru.
  • How?
    PVMBG meminta warga tidak beraktivitas hingga 13 kilometer di sektor tenggara Besuk Kobokan, berjarak 500 meter dari tepi sungai, serta dalam radius 5 kilometer dari kawah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gunung Semeru di Lumajang masih siaga. Dalam enam jam, gunung ini meletus 21 kali. Ada asap putih dan kelabu naik dari puncak. Asap bergerak ke timur laut. Petugas meminta orang-orang tidak pergi dekat puncak dan sungai karena bisa ada awan panas, batu panas, lava, dan lahar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemantauan intensif di Gunung Semeru memberikan gambaran yang terukur mengenai aktivitas vulkanik, mulai dari kegempaan, arah sebaran asap, hingga jalur guguran. Penetapan batas-batas kawasan rawan oleh PVMBG juga menghadirkan informasi yang jelas bagi masyarakat tentang area yang perlu dihindari di tengah status Siaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lumajang, IDN Times - Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Aktivitas vulkanik gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tetap menunjukkan erupsi dan guguran, dengan 21 kali gempa letusan terekam selama periode pengamatan Sabtu (5/9/2026) pukul 18.00-24.00 WIB.

Petugas Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, mencatat selain gempa letusan, aktivitas kegempaan juga terdiri atas 11 kali gempa guguran, 11 kali gempa hembusan, satu kali tremor harmonik, dan dua kali gempa tektonik jauh.

“Gunung jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati,” demikian laporan aktivitas Gunung Semeru yang disusun Yadi Yuliandi.

Secara visual, petugas juga mengamati tujuh kali letusan asap berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian sekitar 300-500 meter dari puncak. Arah sebaran asap terpantau ke timur laut. Selain itu, dua kali guguran teramati dengan jarak luncur sekitar 500 meter menuju Besuk Kobokan.

Data kegempaan menunjukkan 21 gempa letusan memiliki amplitudo 10-22 milimeter dengan durasi 71-134 detik. Sementara 11 gempa guguran tercatat memiliki amplitudo 2-10 milimeter dengan durasi 47-120 detik dan durasi 47-120 detik.

Untuk gempa hembusan, tercatat 11 kejadian dengan amplitudo 3-8 milimeter dan durasi 56-82 detik. Petugas juga merekam satu tremor harmonik dengan amplitudo 3 milimeter selama 346 detik.

Dengan kondisi tersebut, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan pada Level III atau Siaga.

PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak, yang menjadi pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.

PVMBG meminta masyarakat tetap mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga dapat terjadi pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article