Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Juanda, 16 Penerbangan Terdampak

- Erupsi Anak Krakatau memicu dampak berantai pada operasional bandara, sehingga 16 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Juanda terdampak.
- Sebanyak 12 penerbangan dibatalkan, mencakup delapan keberangkatan dan empat kedatangan, dengan rute utama Juanda menuju atau dari Jakarta, Halim, serta Makassar.
- Empat penerbangan Garuda Indonesia berstatus terlambat atau standby; Bandara Juanda berkoordinasi dengan maskapai dan meminta penumpang memantau informasi penerbangan terbaru.
Surabaya, IDN Times - Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda. Sebanyak 16 penerbangan mengalami penyesuaian, terdiri atas 12 penerbangan dibatalkan dan empat lainnya mengalami keterlambatan atau masih menunggu kepastian jadwal.
Dampak tersebut terjadi setelah aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau memengaruhi operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah tersebut, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir mengatakan, penyesuaian operasional di sejumlah bandara tersebut menimbulkan dampak berantai terhadap konektivitas dan rotasi pesawat. Kondisi itu kemudian turut memengaruhi sebagian penerbangan dari dan menuju Juanda.
“Sehubungan dengan adanya aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah tersebut, telah terjadi penyesuaian operasional penerbangan pada beberapa bandara,” ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times, Minggu (6/9/2026).
Dari 16 penerbangan yang terdampak di Juanda, sebanyak 12 penerbangan berstatus cancel. Delapan di antaranya merupakan penerbangan keberangkatan dari Juanda, sedangkan empat lainnya merupakan penerbangan kedatangan.
Untuk penerbangan kedatangan yang dibatalkan, terdapat Lion Air rute Jakarta (CGK)-Surabaya (SUB), Batik Air rute CGK-SUB, Batik Air rute Halim Perdanakusuma (HLP)-SUB, serta Citilink rute CGK-SUB.
Sementara penerbangan keberangkatan yang dibatalkan meliputi Batik Air rute SUB-CGK, Pelita Air rute SUB-CGK, Lion Air rute SUB-CGK, Batik Air rute SUB-CGK, dua penerbangan Batik Air rute SUB-HLP, Citilink rute SUB-CGK, serta Citilink rute SUB-Makassar (UPG).
Selain 12 penerbangan yang dibatalkan, empat penerbangan Garuda Indonesia mengalami penyesuaian operasional berupa delay atau masih berstatus standby. Dua penerbangan Garuda Indonesia dengan rute SUB-CGK terdampak pada sisi keberangkatan. Sementara dua penerbangan lainnya dengan rute CGK-SUB terdampak pada sisi kedatangan.
Tohir mengatakan Bandara Juanda terus memantau perkembangan kondisi operasional dan melakukan koordinasi dengan maskapai serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk menangani penyesuaian penerbangan sekaligus menjaga pelayanan kepada penumpang tetap berjalan di tengah dampak berantai gangguan operasional sejumlah bandara.
“Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan serta koordinasi secara intensif bersama maskapai dan stakeholder terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal,” katanya.
Pihak Bandara Juanda mengimbau calon penumpang untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan masing-masing. Penumpang terdampak juga diminta mengikuti ketentuan maskapai mengenai perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan.
Tohir menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penyesuaian operasional tersebut. Bandara Juanda juga mengapresiasi pengertian dan kerja sama para pengguna jasa selama kondisi tersebut berlangsung.

















