Selama Bulan Ramadan, Siswa SMA/SMK di Jatim Belajar di Rumah

1. Sebenarnya habis pada 21 April tapi diperpanjang dengan pertimbangan

Sebenarnya, masa belajar di rumah akan habis pada 1 April mendatang. Namun, kemudian berdar sebuah surat yang ditandatangani Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di WhastApp Group (WAG). Surat itu menyatakan bahwa proses belajar di rumah diperpanjang hingga 1 Juni. Wahid pun membenarkan surat tersebut.
"Surat Bu Gubernur tertanggal 30 maret 2020 untuk belajar di rumah berakhir 21 April 2020. Terkait perpanjangan akan ada kebijakan baru dari Bu Gubernur dengan pertimbangan dua hal," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (17/4).
2. Belum ada tanda pandemi akan berakhir

Adapun pertimbangan yang dimaksud Wahid ialah terkait pageblug yang belum menunjukkan tanda akan berakhir di Jatim. Berdasarkan rekap data Jumat, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 522 pasien. Sebanyak 96 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 48 meninggal dunia.
"Kondisi COVID-19 di Jatim masih cukup tinggi," ucap dia.
3. Sesuaikan kalender pendidikan

Pertimbangan lain yakni soal kalender pendidikan siswa SMA/SMK pada April-Mei. Seperti diketahui, Ramadan tahun ini akan jatuh pada akhir April. Berdasarkan kalender pendidikan, para siswa pada tanggal 22-25 April diliburkan. Setelah itu hingga 19 Mei siswa di Jatim hanya mengikuti pembelajaran fakultatif.
"Pembelajaran fakultatif ini pembelajaran non kurikulum yang biasanya diisi Pondok Ramadan dan pendidikan karakter. Lalu 20 April sampai 1 Juni, libur Idul Fitri. Sehingga praktis, kalau nanti diambil perpanjangan libur, itu sampai 1 Juni 2020," kata Wahid.




















