Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Selama Bulan Ramadan, Siswa SMA/SMK di Jatim Belajar di Rumah

Selama Bulan Ramadan, Siswa SMA/SMK di Jatim Belajar di Rumah
Ilustrasi kegiatan belajar mengajar siswa (IDN Times/Ervan Masbanjar)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Ketidakpastian kapan berakhirnya pageblug virus corona atau COVID-19 memaksa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memperpanjang kebijakan belajar di rumah. Masa belajar di rumah bagi siswa SMA/SMK di bawah naungan Pemprov pun berlanjut hingga 1 Juni 2020.

1. Sebenarnya habis pada 21 April tapi diperpanjang dengan pertimbangan

Ilustrasi pelajar SMA. IDN Times/ Istimewa
Ilustrasi pelajar SMA. IDN Times/ Istimewa

Sebenarnya, masa belajar di rumah akan habis pada 1 April mendatang. Namun, kemudian berdar sebuah surat yang ditandatangani Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di WhastApp Group (WAG). Surat itu menyatakan bahwa proses belajar di rumah diperpanjang hingga 1 Juni. Wahid pun membenarkan surat tersebut.

"Surat Bu Gubernur tertanggal 30 maret 2020 untuk belajar di rumah berakhir 21 April 2020. Terkait perpanjangan akan ada kebijakan baru dari Bu Gubernur dengan pertimbangan dua hal," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (17/4).

2. Belum ada tanda pandemi akan berakhir

Peta sebaran virus corona di Jatim per Kamis (16/4). Dok.IDN Times/Istimewa
Peta sebaran virus corona di Jatim per Kamis (16/4). Dok.IDN Times/Istimewa

Adapun pertimbangan yang dimaksud Wahid ialah terkait pageblug yang belum menunjukkan tanda akan berakhir di Jatim. Berdasarkan rekap data Jumat, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 522 pasien. Sebanyak 96 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 48 meninggal dunia.

"Kondisi COVID-19 di Jatim masih cukup tinggi," ucap dia.

3. Sesuaikan kalender pendidikan

Ilustrasi Siswa SMA  (IDN Times/Lazuardi Putra)
Ilustrasi Siswa SMA (IDN Times/Lazuardi Putra)

Pertimbangan lain yakni soal kalender pendidikan siswa SMA/SMK pada April-Mei. Seperti diketahui, Ramadan tahun ini akan jatuh pada akhir April. Berdasarkan kalender pendidikan, para siswa pada tanggal 22-25 April diliburkan. Setelah itu hingga 19 Mei siswa di Jatim hanya mengikuti pembelajaran fakultatif.

"Pembelajaran fakultatif ini pembelajaran non kurikulum yang biasanya diisi Pondok Ramadan dan pendidikan karakter. Lalu 20 April sampai 1 Juni, libur Idul Fitri. Sehingga praktis, kalau nanti diambil perpanjangan libur, itu sampai 1 Juni 2020," kata Wahid.

Share Article
Curated For You

Nadiem Makarim: Dana BOS Boleh untuk Beli Kuota bagi Guru dan Siswa

10 Apr 2020, 08:35 WIBNews
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More