Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejak Januari 6800 Anak di Kota Kediri Kena ISPA
Ilustrasi ISPA. IDN Times/ istimewa

Kediri, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Kediri mencatat ribuan anak mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di musim kemarau yang berkepanjangan ini. Data tersebut terakumulasi dari seluruh Puskesmas dan rumah sakit yang juga melayani pasien dari luar daerah. Cuaca panas, kering serta berdebu yang terjadi saat ini disebut menjadi faktor pemicunya.

1. Total 6.800 anak terkena ISPA sejak awal tahun

Ilustrasi anak menderita ISPA. ANTARA FOTO/FB Anggoro

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto, mencatat mulai Januari hingga Agustus 2023, sekitar 6.800 anak mulai usia 0-9 tahun mengalami ISPA. Angka tersebut bisa saja kian tinggi, dengan tambahan kasus di September hingga Oktober.

“Memang beberapa bulan ini ada peningkatan, kalau kita lihat di laporan itu mulai Juli sudah ada peningkatan kasus. Dari total data Januari sampai dengan Agustus 2023 ada sekitar 6.800 kasus ISPA, ini campur ya antara bronkopneumonia dan juga ISPA yang bukan bronkopneumonia,” ujarnya, Kamis (26/10/2023).

2. Dinas gencarkan sosialisasi kesehatan

Ilustrasi COVID-19. IDN Times/ istimewa

Tingginya kasus ISPA yang tercatat di wilayah Kota Kediri ini tak lepas dari faktor cuaca panas, kering dan berdebu. Sehingga menyebabkan kondisi tubuh rentan terpapar penyakit. Pihak Dinas Kesehatan Kota Kediri sendiri telah mengambil langkah preventif. Mereka gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk pencegahan dan melakukan upaya-upaya pengendalian terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya penyakit. “Untuk mencegah infeksi saluran pernapasan ini masyarakat bisa tetap menggunakan masker dan konsumsi makanan sehat serta berolahraga,” tuturnya.

3. Banyak anak SD terserang gangguan kesehatan

Ilustrasi ISPA. IDN Times/ istimewa

Sementara itu selain ISPA, berdasarkan data dari RSUD Gambiran Kota Kediri, selama tiga bulan terakhir mulai Juli, Agustus dan September sebanyak seribu lebih anak-anak usia sekolah dasar mengalami berbagai macam gangguan kesehatan. Mulai dari mimisan, dehidrasi, demam dan radang tenggorokan. Dokter Spesialis Anak RSUD Gambiran, dr Ike Wahyu Triastuti SPA MKed Klin berpesan, untuk anak-anak dibiasakan sering minum air putih agar tidak terkena dehidrasi. "Selain itu mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB, diusahakan agar anak-anak banyak di dalam ruangan, mengingat jam tersebut matahari sedang terik," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article