Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Riyanto
67 santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Ponpes Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi alami mual, pusing dan mental dirawat di Puskesmas. IDN Times/Riyanto.

Intinya sih...

  • Gejala muncul sejak dini hariRata-rata santri merasakan mual, muntah, hingga diare sejak Sabtu dini hari setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat siang.

  • Dirawat di RSUD dan tiga Puskesmas67 santri menjalani perawatan di empat fasilitas kesehatan, dengan 60-an dirawat di rumah sakit dan tiga puskesmas lainnya.

  • Sampel makanan diuji laboratoriumSisa makanan dari SPPG Cabean di Desa Karangtengah Prandon diamankan untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ngawi, IDN Times – Sebanyak 67 santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Ponpes Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, harus dilarikan ke rumah sakit dan Puskesmas setelah mengalami gejala diduga keracunan makanan, Sabtu (14/2/2026). Para santri diduga mengalami gejala tersebut usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (13/2/2026) siang. Menu yang dikonsumsi antara lain rolade, tahu krispi, oseng wortel, dan nasi.

1. Gejala muncul sejak dini hari

67 santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Ponpes Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi alami mual, pusing dan mental dirawat di Puskesmas. IDN Times/Riyanto.

Rata-rata santri mulai merasakan mual, muntah, hingga diare sejak Sabtu dini hari. Sebagian lainnya baru mengeluh pusing dan muntah saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Salah satu santri, Muhamad Zendi Ardiansyah, mengaku kondisinya menurun setelah menyantap makanan tersebut. “Muntah, mual habis makan MBG. Saya makan rolade tahu sama oseng wortel, yang oseng wortelnya kayak basi,” katanya.

Santri lainnya, Muhamad Aimar Maulana Putra, juga mengalami hal serupa. “Saya makan tahu sama rolade, habis itu mual muntah. Makanan itu dari MBG,” ujarnya. Sementara itu, seorang santriwati bernama Mila mengatakan dirinya mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu tersebut. “Mual muntah habis makan MBG,” ucapnya singkat.

2. Dirawat di RSUD dan tiga Puskesmas

67 santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Ponpes Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi alami mual, pusing dan mental dirawat di Puskesmas. IDN Times/Riyanto.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, total 67 santri menjalani perawatan di empat fasilitas kesehatan, yakni:

36 santri di Puskesmas Padas

12 santri di Puskesmas Kasreman

10 santri di Puskesmas Ngawi Purba

9 santri di RSUD dr. Soeroto Ngawi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Heri Nurfahrudin, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi para santri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Semua dirawat di rumah sakit dan tiga puskesmas lainnya, jumlahnya sekitar 60-an. Kami sudah ambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium,” ujarnya.

3. Sampel makanan diuji laboratorium

67 santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Ponpes Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi alami mual, pusing dan mental dirawat di Puskesmas. IDN Times/Riyanto.

Menu MBG tersebut diketahui berasal dari SPPG Cabean di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Petugas kesehatan telah mengamankan sisa makanan untuk dibawa ke laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan.

Ustadzah Ponpes Al-Hijrah, Juniarbulan, menyebut laporan awal diterima usai salat Subuh saat sejumlah santri mengeluhkan muntah, mual, dan pusing. “Diketahui setelah salat Subuh ada laporan santri muntah, mual, dan pusing. Yang dikonsumsi ada makanan pondok dan dari MBG. Dirawat di puskesmas dan rumah sakit,” jelasnya.

Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan karena jumlah santri yang mengalami gejala serupa diperkirakan masih bisa bertambah.

Editorial Team