Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Remaja Bugil Terima Pesanan Ojol di Sidoarjo, Polisi Turun Tangan
Ilustrasi Sensor Konten (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Seorang remaja 18 tahun di Desa Dukuhtengah, Sidoarjo, viral setelah menerima pesanan ojek online tanpa busana dan videonya menyebar luas di media sosial.
  • Polisi bersama perangkat desa memanggil remaja serta orang tuanya ke balai desa untuk dimintai keterangan dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.
  • Pihak kepolisian mengungkap aksi serupa sudah dua kali terjadi dan berencana melakukan pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi psikologis remaja tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sidoarjo, IDN Times - Aksi seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun yang menerima pesanan ojek online tanpa mengenakan busana di Desa Dukuhtengah, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, viral di media sosial. Polisi turun tangan setelah video berdurasi 1 menit 7 detik tersebut memicu perhatian publik.

Dalam video yang beredar, seorang pengemudi ojek online tampak mengantarkan pesanan minuman ke sebuah rumah. Saat memasuki halaman, kurir mendapati remaja laki-laki tanpa busana berada di teras sambil memeluk guling sebelum menerima pesanannya.

Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono membenarkan peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukumnya. Polisi bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perangkat Desa Dukuhtengah langsung mendatangi lokasi dan memanggil remaja beserta orang tuanya ke balai desa untuk dimintai keterangan.

"Jadi, kami cek ke lokasi, memang betul itu warga kami, warga Desa Dukuhtengah. Kami bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kanit Reskrim, perangkat desa dan kepala desa memanggil orang tua serta yang bersangkutan ke balai desa. Jadi, memang betul adanya," ujarnya, Minggu (19/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, polisi memberikan pembinaan dan meminta remaja tersebut tidak mengulangi perbuatannya karena dinilai melanggar norma dan etika di masyarakat. "Kami lakukan mitigasi, kami panggil, kami arahkan agar tetap menjaga etika dan tidak terulang kembali," katanya.

Berdasarkan hasil pendalaman awal, polisi menyebut perilaku serupa bukan kali pertama dilakukan remaja tersebut. Dari keterangan yang diperoleh, aksi itu telah terjadi sedikitnya dua kali. "Yang bersangkutan memang sudah diketahui melakukan hal tersebut dua kali," ungkap Sugeng.

Untuk memastikan kondisi psikologis remaja tersebut, Polsek Buduran bersama pemerintah desa berencana melakukan pemeriksaan kesehatan dengan melibatkan pihak terkait. "Kami bersama perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article