Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rawat ODGJ, Pak Purnomo Polisi Baik Kuliah Lagi di Unesa, Begini!
Potret Ipda Purnomo kuliah s2 di Univesitas Negeri Surabaya (Unesa). Dok. Humas Unesa.
  • Ipda Purnomo, polisi yang dikenal sebagai Pak Pur, menempuh Magister Psikologi Unesa untuk memperkuat pendampingan ODGJ dan kelompok rentan.

  • Selama hampir 10 tahun, yayasannya di Lamongan telah merawat hampir 500 ODGJ serta melindungi lansia terlantar, anak jalanan, dan penyintas penyalahgunaan narkoba.

  • Pak Pur ingin membagikan ilmu kepada tim pendamping dan masyarakat, sambil membagi waktu sebagai polisi, pengelola yayasan, mahasiswa, serta edukator YouTube.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hampir satu dekade

Ipda Purnomo merawat ODGJ dan kelompok rentan melalui Yayasan Berkas Bersinar Abadi.

Selama hampir 10 tahun

Ia telah merawat hampir 500 ODGJ, selain melindungi lansia terlantar, anak jalanan, dan penyintas penyalahgunaan narkoba.

Selasa (22/9/2026)

Pak Pur menyatakan pendidikan Psikologi diperlukan karena ia setiap hari mendampingi orang-orang yang membutuhkan curhat dan konseling.

Kini

Pak Pur kembali kuliah di Magister Psikologi Unesa untuk memperkuat pendampingan bagi penerima manfaat yayasannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ipda Purnomo kembali menempuh pendidikan Magister Psikologi di Universitas Negeri Surabaya untuk memperkuat kemampuan pendampingan ODGJ dan kelompok rentan.
  • Who?
    Ipda Purnomo atau Pak Pur, anggota kepolisian dan pengelola Yayasan Berkas Bersinar Abadi, menjalani kuliah sambil merawat penerima manfaat bersama tim yayasan.
  • Where?
    Perkuliahan ditempuh di Universitas Negeri Surabaya. Pendampingan dilakukan melalui Yayasan Berkas Bersinar Abadi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan.
  • When?
    Pak Pur menyampaikan kegiatan kuliah dan pendampingannya pada Selasa, 22 September 2026. Ia telah merawat ODGJ dan kelompok rentan selama hampir 10 tahun.
  • Why?
    Ia membutuhkan dasar ilmu Psikologi yang kuat dan teruji karena setiap hari mendampingi orang yang memerlukan curhat serta konseling, termasuk ODGJ dan kelompok rentan lainnya.
  • How?
    Pak Pur membagi waktu sebagai polisi, pengelola yayasan, dan mahasiswa dengan izin pimpinan serta dukungan tim. Ia juga berencana menularkan ilmu kepada pendamping, masyarakat, istrinya, dan sekitar 30 anggota tim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Pur adalah polisi yang merawat banyak orang sakit jiwa, orang tua terlantar, anak jalanan, dan orang yang pernah pakai narkoba. Ia sudah merawat hampir 500 orang. Sekarang Pak Pur kuliah Psikologi di Unesa supaya bisa membantu mereka lebih baik. Istrinya juga ikut kuliah. Ia ingin mengajari tim yayasannya nanti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Langkah Pak Purnomo menempuh Magister Psikologi menunjukkan upaya memperkuat pelayanan bagi ODGJ dan kelompok rentan dengan dasar keilmuan yang lebih teruji. Dukungan pimpinan, tim, serta keterlibatan keluarganya membuka ruang agar pengetahuan tersebut dapat dibagikan kepada pendamping dan masyarakat, melengkapi pengalaman pengabdian yang telah dijalankannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Hampir satu dekade merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan kelompok rentan tak membuat Ipda Purnomo berhenti belajar. Polisi yang akrab disapa Pak Pur dan dikenal publik sebagai “Polisi Baik” itu kini kembali duduk di bangku kuliah untuk memperdalam ilmu Psikologi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Keputusan tersebut bukan sekadar untuk mengejar gelar akademik. Pak Pur ingin memperkuat pengetahuan dan keterampilannya dalam mendampingi ratusan penerima manfaat yang selama ini ia rawat di Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan.

Selama hampir 10 tahun, ia telah merawat hampir 500 ODGJ. Selain ODGJ, yayasan yang dikelolanya juga menjadi tempat perlindungan bagi lansia terlantar, anak jalanan, hingga penyintas penyalahgunaan narkoba.

Aktivitas itu kini harus ia bagi dengan tugas sebagai anggota kepolisian dan mahasiswa Magister Psikologi Unesa. Bagi Pak Pur, tuntutan di lapangan membuat pendidikan menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan.

“Manusia itu wajib menuntut ilmu sampai kapan pun. Setiap hari saya bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan tempat curhat dan konseling,” ujar Pak Pur, Selasa (22/9/2026).

Selama ini, ia banyak mendapatkan pengetahuan tentang pendampingan secara otodidak dan dari pengalaman langsung. Semakin banyak orang yang membutuhkan bantuan membuatnya merasa perlu memiliki dasar keilmuan yang lebih kuat.

“Selama ini saya mendapatkan ilmu secara otodidak, sehingga saya merasa harus memiliki dasar ilmu Psikologi yang kuat dan teruji,” katanya.

Di yayasannya terdapat empat klaster layanan, yakni ODGJ, lansia, anak terlantar, serta rehabilitasi narkoba. Pak Pur ingin ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah tidak berhenti untuk dirinya sendiri, tetapi diteruskan kepada tim pendamping dan masyarakat.

“Harapan saya, setelah mendapatkan ilmu di sini semakin bermanfaat dampak pengabdian kami bagi masyarakat. Ilmu ini nantinya wajib saya tularkan kepada tim pendamping dan masyarakat,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kapasitas layanan, ia bahkan mengajak istrinya berkuliah di Unesa. Pak Pur juga berencana mendorong sekitar 30 anggota tim yayasan untuk mempelajari ilmu Psikologi.

Di tengah kesibukan sebagai polisi, pengelola yayasan, dan mahasiswa, Pak Pur mengaku telah mendapat izin dari pimpinan serta dukungan dari timnya. Ia memilih menjalani semuanya karena meyakini pelayanan terhadap kelompok rentan membutuhkan lebih dari sekadar niat baik.

Pak Pur juga aktif mengedukasi masyarakat melalui kanal YouTube yang memiliki sekitar 2,7 juta pelanggan. Baginya, pendidikan bukan sekadar soal gelar, melainkan bekal untuk memperbaiki cara merawat dan mendampingi manusia.

Kini, setelah bertahun-tahun belajar dari pengalaman, Pak Pur kembali belajar dari bangku akademik. Ia berharap ilmu Psikologi yang diperolehnya dapat membuat pengabdiannya semakin profesional sekaligus memperluas manfaat bagi mereka yang selama ini membutuhkan uluran tangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article