Surabaya, IDN Times - Ratusan anak di Kota Surabaya menulis surat yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Surat yang mereka tulis berisi beragam keresahan dan kritik. Ada yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG), fasilitas sekolah, keresahan soal siber bullying, hingga harapan untuk pendidikan lebih baik.
Menulis surat untuk Presiden Prabowo ini merupakan kegiatan lomba yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya dalam rangka peringatan hari Anak Nasional 2026. Mereka yang suratnya terlipilih, dipajang di Balai Pemuda Kota Surabaya, Rabu (29/7/2026).
Salah satu peserta asal SDN Rungkut Menanggal 2 Surabaya, Manitza Athalia dari kelas 6 misalnya, ia menulis harapannya tentang pendidikan bermutu. Ia berharap agar pemerintah memberikan pendidikan bermutu melalui kompetensi dan kesejahteraan guru.
Dirinya bahkan menyampaikan keresahan tentang ketimpangan antara anggaran fasilitas pendidikan dengan MBG. Ia merasa miris saat melihat gaji guru yang rendah, terapi untuk dituntut bisa memberi pendidikan bermutu.
"Bagaimana bisa, guru kami mengajar dengan tenang dan bahagia jika kebutuhan hidup paling dasar belum terpenuhi," tulis dia.
Selain itu, siswa kelas 6 SD ini juga menyampaikan kegelisahannya saat melihat berita sekolah rusak, tetapi tidak diperbaiki, malah di sampingnya justru berdiri bangunan dapur MBG.
"Saya sangat sedih, ketika melihat teman kami di daerah kesulitan mengakses jalan menuju sekolah," urainya dalam surat tersebut.
Keresahan yang hampir sama juga ditulis oleh siswa bernama Ariane Devina dari SDN Dr Soetomo Surabaya. Siswa kelas 4 ini resah tentang pendidikan di Indonesia yang belum merata.
"Saat berharap, pemerintah dapat terus meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Setiap anak dan sekolah terpencil juga perlu mendapatkan guru yang berkualitas, fasilitas kelas yang memadai dan lingkungan sekolah yang akan dan nyaman," tulusnya.
Siswa lainnya, Najwa Bila Syafira dari SD Wonorejo III Surabaya menulis harapan bila diberi kesempatan menjadi presiden, ia akan membuat program yang berpihak pada anak, mulai dari menyediakan guru konseling di setiap sekolah hingga program untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia yang berbasis keterampilan.
"(Kalau jadi presiden) yang pertama saya akan memperbaiki sekolah-sekolah kita, kedua saya akan memperbanyak guru BK di setiap sekolah sehingga anak-anak bisa semangatt," ungkap Najla saat diwawancarai IDN Times.
Atas kreativitas menulis surat ini, Najwa pun mendapat juara 1 lomba menulis surat kategori SD.
Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati mengatakan, lomba tersebut diikuti oleh 886 siswa jenjang SD, SMP dan SMA. Lomba ini mulai dibuka mulai 3-30 Juni 2026 dengan tema Suara Anak untuk Kota Surabaya dan Indonesia yang lebih baik. Selain ditujukkan kepada Presiden, peserta juga bisa menulis surat untuk Wali Kota Surabaya.
"Jumlah peserta yang ikut 886, rinciannya siswa SD 463, SMA 117, dan SMP 304," ungkapnya.
