Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Ipuk Fiestiandani, Perempuan yang Memimpin Banyuwangi
Bupati Ipuk di Agrowisata Tamansuruh
  • Ipuk Fiestiandani, lahir di Magelang dan menempuh pendidikan di Jakarta hingga meraih gelar sarjana dari Universitas Negeri Jakarta, kini memimpin Banyuwangi sebagai Bupati.

  • Sebelum menjabat bupati, Ipuk aktif di berbagai organisasi seperti Dekranasda dan PKK Banyuwangi serta pernah menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN pada 2016.

  • Ia kembali memenangkan Pilkada 2024 bersama Mujiono dan dijadwalkan menjadi pembicara di Indonesia Summit 2026 membahas integrasi teknologi untuk pertumbuhan inklusif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dulu Banyuwangi dipimpin Pak Anas dan jadi kota yang bagus. Sekarang istrinya, Bu Ipuk, yang memimpin. Bu Ipuk lahir di Magelang dan dulu sekolah di Jakarta. Dia suka bantu banyak orang lewat organisasi. Waktu pemilihan, dia menang lagi jadi bupati. Sekarang Bu Ipuk kerja supaya orang Banyuwangi hidupnya makin baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabupaten Banyuwangi berubah drastis beberapa tahun terakhir. Ketika di bawah kepemimpinan Abdullah Azwar Anas, Banyuwangi yang dulunya hanya menjadi kota di antara jalur Jawa-Bali dipermak habis. Daerah berjuluk The Sunset of Java ini menjadi salah satu tujuan wisata. 

Tongkat kepemimpinan Anas pun dilanjutkan oleh sang istri, Ipuk Fiestiandani. Wanita asal Magelang yang lahir tanggal 10 September 1974 ini mengemban beban berat. Betapa tidak, publik sudah kadung berekspektasi tinggi setelah Anas mampu menjadikan Banyuwangi menjadi jauh lebih baik. 

Lantas  siapa sebenarya Ipuk, yang akan menjadi pembicara di program Indonesia Summit 2026 dengan topik Next Gen Fiscal Policy: Integrating Technology for Inclusive Growth? Berikut adalah profilnya.

1. Mengenyam pendidikan di Ibu Kota

Profil Ipuk Fiestiandani/ Instagram @ipukfdani

Ipuk menghabiskan masa kecil dan pendidikannya di Jakarta. Lulus dari SD Negeri Cempaka Putih Barat II Pagi pada 198, ia masuk ke SMP Negeri 216 Jakarta. Setelah lulus ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 68 Jakarta dan dinyatakan lulus pada tahun 1992.

Masih di kota yang sama, ia meneruskan pendidikannya di jenjang yang lebih tinggi, yaitu di IKIP Jakarta atau yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan Universitas Negeri Jakarta. Bupati Banyuwangi ini berhasil mendapat gelar sarjana di tahun 1999. Ipuk juga pernah mengambil kursus pelayanan umum di beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

2. Aktif di berbagai organisasi di Banyuwangi

Profil Ipuk Fiestiandani/ Instagram @ipukfdani

Selain mendampingi suaminya menjalankan tugas kedinasan, Ipuk juga tergabung dalam beberapa organisasi dan memiliki jabatan yang cukup tinggi, seperti Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banyuwangi. Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Banyuwangi, Ketua Yayasan Kesejahteraan, Penasehat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Banyuwangi, Penasehat Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Banyuwangi dan masih banyak yang lain.

3. Menggantikan suaminya menjadi Bupati Banyuwangi

Pelantikan bupati dan wakil bupati Ipuk-Sugirah. IDN Times/Istimewa

Pada Pilkada 2020 lalu, ia terpilih dan menjadi Bupati Banyuwangi ke-28, bersama wakilnya, H. Sugirah. Ipuk mengungguli paslon lawan, yaitu Yusuf Widyatmoko dan Muhammad Riza Aziziy, dengan perolehan 53,02 persen atau sebanyak 438.847 suara.

Dilantik pada 26 Februari 2021, pasangan tersebut langsung memaparkan program kerja di 100 hari pertama. Mereka fokus pada penganan pandemik COVID-19 dan dampak yang ditimbulkan, utamanya pada sektor sosial dan ekonomi. Program kerja tersebut juga diiringi dengan mendorong terbukanya kembali beberapa lapangan pekerjaan yang telah disiapkan oleh Pemkab.

Lalu, di Pilkada 2024, Ipuk kembali maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi nomor urut 01, berpasangan dengan Mujiono. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara dari 25 kecamatan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi, paslon Ipuk-Mujiono unggul meraih suara sah 52,11 persen, paslon nomor urut 02, Ali Makki Zaini-Ali Ruchi, meraih 47,89 persen. 

4. Pernah mendapat prestasi sebagai orang yang berdedikasi pada program pengendalian penduduk

Profil Ipuk Fiestiandani/ Instagram @ipukfdani

Meski Ipuk tidak lahir dan tumbuh di Banyuwangi, Ipuk berkontribusi sebagai penggagas dalam program pendataan keluarga secara online. Program tersebut dibantu oleh kader PKK dan dasa wisma. Pendataan yang dilakukan meliputi soal ekonomi, sosial, kesehatan, hingga masalah administrative dasar keluarga di Banyuwangi.

Ia juga pernah mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioanl) pada tahun 2016. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada sosok yang dinilai memiliki dedikasi tinggi terhadap program pengendalian penduduk.

Dengan segudang prestasi dan pengalamannya, tentunya banyak harapan masyarakat Banyuwangi. Supaya pasangan bupati dan wakil bupati bisa membawa nama baik serta limpahan prestasi bagi Banyuwangi ke depannya.

Ipuk Fiestiandani akan menjadi salah satu pembicara dalam sesi NEXT-GEN FISCAL POLICY: INTEGRATING TECHNOLOGY FOR INCLUSIVE GROWTH di Indonesia Summit 2026 yang digelar pada Hari Kamis, Tanggal 18 Juni di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Indonesia Summit (IS) 2026 merupakan sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema “The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age,” konferensi ini bukan hanya membahas wacana teknologi abstrak, melainkan juga mengkaji dampak nyata kecerdasan buatan (AI) terhadap kerangka kelembagaan nasional. Dengan mempertemukan para arsitek kebijakan, penggerak ekonomi, dan konsumen inovasi, IS 2026 bertujuan untuk memahami bagaimana Indonesia dapat melompati tahapan-tahapan pembangunan dengan mengintegrasikan AI secara strategis ke dalam sektor publik dan swasta.

Kalau kamu tertarik untuk mendengar secara langsung insight dari para narasumber inspiratif di Indonesia Summit 2026, jangan lupa daftarkan diri kamu di bit.ly/IS_26. Siapa pun kamu, yuk, ikutan konferensinya!

FAQ seputar Ipuk Fiestiandani, Perempuan yang Memimpin Banyuwangi

Siapa suami dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani?

Ipuk Fiestiandani adalah istri dari Abdullah Azwar Anas. Suaminya merupakan mantan Bupati Banyuwangi dua periode (2010–2021) yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Apa saja program kerja unggulan Ipuk Fiestiandani selama memimpin Banyuwangi?

Beberapa program unggulannya berfokus pada pemulihan ekonomi arus bawah, seperti Banyuwangi Rebound, pemberian insentif bagi UMKM, program Kanggo Riko (untuk pemberdayaan perempuan kepala rumah tangga), serta digitalisasi pelayanan desa melalui Smart Kampung.

Sebelum menjadi Bupati, apa saja kiprah Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi?

Sebelum terpilih sebagai Bupati, Ipuk aktif mendampingi suaminya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi. Ia juga banyak terlibat dalam berbagai organisasi sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perajin daerah (Dekranasda).

Dari partai politik mana Ipuk Fiestiandani bernaung?

Ipuk Fiestiandani merupakan kader dan politisi perempuan yang bernaung di bawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Apa penghargaan bergengsi yang pernah diraih Banyuwangi di bawah kepemimpinannya?

Di bawah kepemimpinan Ipuk, Banyuwangi sukses mempertahankan predikat Kabupaten Terinovatif dari Kemendagri, meraih penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup (Adipura), hingga sukses mempertahankan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) secara berturut-turut dari BPK.

Editorial Team

Related Article