Sidoarjo, IDN Times – Perjalanan kereta api di lintas selatan Jawa sempat terganggu setelah KA 403 Commuter Line Dhoho menabrak seorang pria tak dikenal di jalur rel antara Stasiun Sepanjang dan Stasiun Krian, Sabtu (4/7/2026) pagi. Insiden itu memaksa kereta berhenti darurat dan berdampak pada keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.10 WIB di Kilometer 35+500 jalur hilir petak Sepanjang-Krian. Setelah menerima laporan dari Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya langsung menghentikan perjalanan KA 403 Commuter Line Dhoho melalui prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB).
Petugas kemudian bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian kereta, kondisi rel, serta berkoordinasi dengan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Sepanjang, Stasiun Krian, petugas pengamanan, dan Unit Jalan Rel guna memastikan jalur tetap aman dilalui.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, pemeriksaan menyeluruh dilakukan karena keselamatan perjalanan kereta menjadi prioritas utama sebelum operasional kembali dibuka.
"Kami menyampaikan keprihatinan atas insiden ini serta permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan kereta api yang terjadi. Keselamatan merupakan prioritas utama KAI, sehingga setiap kejadian yang berpotensi memengaruhi operasional akan ditangani sesuai prosedur untuk memastikan sarana, prasarana, dan jalur rel berada dalam kondisi aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan," ujarnya.
Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ada kerusakan pada sarana, prasarana, maupun jalur rel. Pada pukul 09.22 WIB, jalur hulu dan hilir kembali dinyatakan aman sehingga perjalanan kereta dapat dilanjutkan.
Meski hanya berlangsung sekitar belasan menit, insiden tersebut berdampak pada ketepatan waktu perjalanan. KA 403 Commuter Line Dhoho mengalami keterlambatan selama 12 menit, sementara KA Argo Semeru turut terdampak dengan keterlambatan 14 menit.
Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, seluruh operasional kereta api di lintas Sepanjang-Krian kembali berjalan normal.
Mahendro kembali mengingatkan masyarakat agar tidak berada atau melakukan aktivitas apa pun di jalur rel.
Menurutnya, rel kereta merupakan kawasan terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api sehingga setiap aktivitas di area tersebut berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan fatal sekaligus mengganggu perjalanan ribuan penumpang.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak memasuki atau beraktivitas di jalur rel. Kepatuhan terhadap aturan keselamatan merupakan tanggung jawab bersama untuk mencegah terjadinya kecelakaan serta mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan lancar," tegasnya.
KAI Daop 8 Surabaya memastikan akan terus meningkatkan edukasi keselamatan kepada masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna menekan potensi insiden di jalur rel yang tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga berdampak langsung terhadap kelancaran perjalanan kereta api.
