Pikap Tabrak Dump Truk di Kedamean Gresik, Bocah 4 Tahun Tewas

- Kecelakaan maut di Gresik, mobil pikap vs dump truk, bocah 4 tahun meninggal dunia
- Tabrakan terjadi saat arus lalu lintas padat dan jalan licin akibat hujan rintik
- Pengemudi pikap diduga kurang memperhatikan arus lalu lintas saat hendak mendahului kendaraan lain
Gresik, IDN Times - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Kedamean, Kabupaten Gresik, tepatnya di depan RS Sumber Sehat Kedamean, Minggu (18/1/2026) pagi. Sebuah mobil pick up bertabrakan adu depan dengan dump truk, menyebabkan seorang bocah berusia 4 tahun meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kapolsek Kedamean Iptu Ekwan Hudin mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.20 WIB saat arus lalu lintas cukup padat dan kondisi jalan licin akibat hujan rintik.
“Korban meninggal dunia adalah anak laki-laki berusia empat tahun, penumpang mobil pick up. Korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Kecelakaan melibatkan mobil pick up hitam bernopol L-8827-AAE yang dikemudikan Mohammad Amin (30), warga Pakal Surabaya, dengan dump truk L-9570-UH yang dikemudikan Poniman (55) asal Sidoarjo.
Menurut Ekwan, peristiwa bermula saat mobil pick up melaju dari arah utara ke selatan. Di lokasi kejadian, sopir pick up diduga kurang memperhatikan arus lalu lintas saat hendak mendahului kendaraan lain.
“Pengemudi pick up mencoba mendahului, namun dari arah berlawanan melaju dump truck. Kedua kendaraan sama-sama melaju cukup kencang sehingga terjadi tabrakan adu depan,” jelasnya.
Benturan keras membuat bagian depan kedua kendaraan ringsek. Bocah bernama Ahmad Rafi yang berada di dalam pick up mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara pengemudi pick up dan istrinya mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit berbeda untuk mendapatkan perawatan medis.
Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Raya Kedamean sempat macet total selama sekitar 15 menit. Polisi menerapkan sistem buka tutup jalan sambil melakukan evakuasi korban dan kendaraan.
“Setelah kendaraan dipindahkan ke kantong parkir dan proses evakuasi selesai, arus lalu lintas kembali normal sekitar 20 menit kemudian,” tambah Ekwan.
Polisi telah mengamankan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, serta melaporkan kejadian tersebut ke Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Kami mengimbau seluruh pengendara agar lebih berhati-hati, terutama saat kondisi jalan licin. Utamakan keselamatan, jangan memaksakan mendahului jika situasi tidak memungkinkan,” pungkasnya.

















