Persebaya Keok dari Persija, Tavares Bongkar PR Green Force

Persebaya kalah 0-1 dari Persija di JIS akibat gol menit akhir, meski sempat menciptakan lebih banyak peluang pada babak pertama.
Bernardo Tavares menyoroti keputusan dan akurasi serangan yang kurang efektif, serta kontribusi pemain pengganti yang belum mampu mengubah pertandingan.
Tavares mengakui kekecewaan tim dan tekanan suporter, menilai rumput JIS kurang baik, lalu berjanji bekerja keras memperbaiki performa Persebaya.
Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya pulang dari Jakarta dengan tangan hampa setelah kalah 0-1 dari Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026). Kekalahan tipis pada menit-menit akhir itu menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Bernardo Tavares. Ia menyoroti buruknya pengambilan keputusan pemain, efektivitas serangan, hingga kontribusi pemain pengganti yang belum sesuai harapan.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Tavares menilai Persebaya sebenarnya memiliki peluang lebih baik pada babak pertama. Green Force mencatatkan tiga percobaan ke arah gawang, sedangkan Persija hanya melepaskan satu tembakan dari luar kotak penalti.
Namun, keunggulan peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol. Memasuki babak kedua, Persija justru lebih banyak mengancam dengan tiga hingga empat tembakan ke arah gawang. Satu di antaranya berbuah gol pada menit-menit akhir yang memastikan kemenangan tuan rumah.
Tavares mengakui Persebaya punya sejumlah kesempatan melalui serangan transisi. Sayangnya, keputusan pemain ketika membangun serangan hingga memberikan umpan terakhir dinilai belum cukup akurat untuk membongkar pertahanan Persija.
"Kami memiliki beberapa kesempatan transisi, namun pengambilan keputusan kami terkadang kurang baik dan akurasinya juga tidak tepat," ujar Tavares.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti performa pemain yang masuk dari bangku cadangan. Menurutnya, beberapa pemain pengganti belum mampu memberikan kontribusi seperti yang diharapkan untuk mengubah jalannya pertandingan.
"Sayangnya, beberapa pemain yang masuk dari bangku cadangan tidak menunjukkan performa yang saya harapkan," katanya.
Selain efektivitas serangan, Tavares turut menyinggung satu situasi yang menurut penilaiannya seharusnya dinyatakan offside. Ia juga menilai Persebaya semestinya bisa lebih jeli memanfaatkan garis pertahanan tinggi yang diterapkan Persija pada babak kedua.
Meski kecewa, Tavares tidak ingin kekalahan ini membuat analisis pertandingan hanya berangkat dari emosi. Ia mengakui kualitas rumput JIS kurang baik untuk ukuran stadion sebesar itu dan tidak membantu kedua tim memainkan permainan terbaik.
"Saya sepakat. Kualitas lapangan rumput hari ini tidak bagus untuk stadion sebesar ini," ucapnya.
Di sisi lain, kekalahan dari Persija menambah tekanan terhadap Persebaya yang sebelumnya juga mendapat sorotan suporter setelah hasil negatif melawan Kendal. Tavares mengakui suasana ruang ganti dipenuhi kekecewaan dan frustrasi karena para pemain merasa telah berusaha maksimal, tetapi tetap gagal membawa pulang poin.
Ia pun tidak mau memberikan janji muluk kepada Bonek dan Bonita. Tavares hanya memastikan dirinya akan terus bekerja keras untuk memperbaiki performa tim. "Saya tidak bisa menjanjikan apa pun, saya hanya bisa berjanji untuk bekerja keras," tegasnya.
Tavares juga mengapresiasi Bonek dan Bonita yang datang langsung memberikan dukungan di kandang Persija. Ia mengaku tidak nyaman melihat kesedihan para pemain di ruang ganti setelah kekalahan tersebut.




















