Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gunung Bromo Erupsi, Wisata Masih Dibuka

Kab. Malang
2 min read
Gunung Bromo Erupsi, Wisata Masih Dibuka
Pemandangan Gunung Bromo dari Cemorolawang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
  • Gunung Bromo mengalami peningkatan aktivitas sejak 5 November 2026, dengan guguran abu vulkanik dan awan panas, sementara statusnya dinaikkan PVMBG menjadi Level II atau Waspada.

  • BB TNBTS tetap membuka wisata Bromo dengan pembatasan keselamatan, mengacu rekomendasi PVMBG serta pengawasan petugas yang diperkuat bersama Polsek dan Koramil.

  • Pengunjung, pedagang, dan pelaku jasa wisata dilarang mendekati kawah dalam radius 1 kilometer dari puncak Gunung Bromo; tanda batas aman telah dipasang di lapangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malang, IDN Times - Gunung Bromo dilaporkan mengalami kenaikan aktivitas vulkanik sejak Kamis (5/11/2026) sore. Terpantau gunung setinggi 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini beberapa kali memuntahkan guguran abu vulkanik dan awan panas.

  1. 1. BB TNBTS tetap membuka akses wisata Gunung Bromor

    Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
    Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

    Kepala Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha membenarkan jika Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Bromo menjadi Level II (Waspada). Meskipun demikian, Rudijanta menyampaikan jika aktivitas wisata di Gunung Bromo masih tetap dibuka dengan batasan-batasan yang telah ditentukan.

    "Iya (masih dibuka), kalau himbauan kita tentunya tetap bawa taati aturan-aturan yang saya berikan, karena semua kan tentunya demi keselamatan bersama. Tentunya kita juga akan melakukan pantau di lapangan untuk memastikan itu semua berjalan dengan baik," terangnya pada Sabtu (7/11/2026).

    Rudi menyampaikan jika mereka telah belajar banyak dari peningkatan status Gunung Semeru yang naik menjadi Level III (Siaga), yang mana jalur pendakian masih dibuka sampai Ranu Kumbolo. Tapi BB TNBTS melarang para pendaki untuk naik sampai puncak Mahameru.

  2. 2. Langkah yang dilakukan BB TNBTS untuk mengamankan wisatawan

    Wisatawan menikmati keindahan pemandangan Gunung Bromo dari penanjakan. Dok. Reza.
    Wisatawan menikmati keindahan pemandangan Gunung Bromo dari penanjakan. Dok. Reza.

    Rudi menyampaikan kalau pihaknya akan menggunakan rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG selaku institusi yang memiliki peran pengawasan aktivitas kegunung apian. Dari rekomendasi ini, kemudian BB TNBTS melakukan langkah-langkah di lapangan seperti sosialisasi ke pengunjung terkait jarak aman di kawasan Gunung Bromo. Aturan juga akan dipertegas dengan menempatkan petugas-petugas di lapangan, termasuk bersinergi dengan aparat dari Polsek dan Koramil.

    "Mulai kemarin pagi ini mereka sudah stand by di sana untuk memperkuat pengamanan lokasi-lokasi batas aman yang diperkenalkan, sambil kita terus memantau perubahan yang terjadi. ​Tapi sampai saat ini yang perlu kami sampaikan, belum ada perubahan status dari aktivitas Gunung Bromo sebagaimana rekomendasi dari PVMBG (masih Level II)," jelasnya.

  3. 3. Batas aman mendekati Gunung Bromo saat ini adalah 1 kilometer

    Gunung Bromo dengan kepulan asap dari area kawah terkait peningkatan aktivitas vulkanik yang dilaporkan.
    Peningkatan aktivitas Gunung Bromo. (IDN Times/Istimewa)

    Lebih lanjut, Rudi juga menyampaikan kalau Batas aman untuk mendekati Gunung Bromo adalah radius 1 kilometer dari puncak. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat, pedagang, wisatawan, dan pengelola jasa wisata untuk tidak nekat mendekati Gunung Bromo lebih dari itu.

    "Ada titik aman yang di dalam rekomendasi jelas 1 kilometer dari puncak, dan di lapangan secara fisik sudah ada tandanya. Itu yang kadang-kadang pengunjung kan menandai yang foto di pasti itu batas-batas aman," pungkasnya.

Related Articles

See More