Dua Pendaki Semeru Hilang, Motor Ditemukan di Ladang Warga

Dua pendaki Semeru berinisial BK dan MWF, keduanya berusia 19 tahun, hilang setelah diduga mendaki tanpa prosedur perizinan resmi dan tak bisa dihubungi sejak 2 November 2026.
Keduanya diketahui menyewa sepeda motor menuju Ranu Pani pada 4 November. Motor tersebut ditemukan di ladang warga dekat kawasan pendakian pada 6 November, menjadi petunjuk pencarian.
SAR Banyuwangi mengerahkan tim gabungan dari Jember, TNBTS, kepolisian, BPBD, dan warga, didukung drone thermal serta peralatan evakuasi. Hingga laporan dibuat, kedua pendaki masih dicari.
Lumajang, IDN Times - Dua orang pendaki Gunung Semeru, Kecamatan Ranu Pani, Kabupaten Lumajang, dikabarkan hilang, Sabtu (7/11/2026). Kini keduanya sedang dicari oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi.
Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa mengatakan, kedua pendaki diketahui berinisial BK (19) dan MWF (19). Berdasarkan informasi awal, keduanya berencana mendaki Gunung Semeru pada 31 Oktober 2026. Namun, sejak 2 November 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya tidak dapat dihubungi.
“Mereka diduga melakukan pendakian tanpa melalui prosedur perizinan resmi yang berlaku,” ujarnya melalui keterangan yang diterima IDN Times.
Upaya pencarian informasi mengenai keberadaan kedua korban telah dilakukan oleh pihak terkait. Pada 4 November 2026 diketahui bahwa keduanya menyewa sepeda motor di Terminal Lumajang untuk menuju kawasan Ranu Pani. Selanjutnya, pada 5 November 2026 pihak penyewa kendaraan bersama petugas RPTN Ranu Pani melakukan pencarian.
“Hingga pada 6 November 2026 pukul 13.00 WIB, sepeda motor yang disewa ditemukan di ladang milik warga sekitar kawasan pendakian Gunung Semeru. Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam upaya pencarian kedua pendaki,” terang dia.
Made menyebut, bahwa setelah menerima laporan, pihaknya segera mengerahkan personel untuk melakukan operasi pencarian. Pada pukul 14.55 WIB, Tim Rescue Pos SAR Jember bergerak menuju lokasi kejadian dengan estimasi perjalanan sekitar 3 jam 26 menit.
“Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Jember sebanyak 4 personel dan Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi sebanyak 5 personel, serta unsur TNBTS, Polrestabes Surabaya, BPBD Kabupaten Lumajang, dan masyarakat setempat,” sebutnya.
Dalam pelaksanaan operasi, tim dilengkapi dengan kendaraan operasional, drone thermal, peralatan mountaineering, jungle rescue, medis, dan evakuasi untuk mendukung proses pencarian di medan Gunung Semeru. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan.
“Upaya pencarian akan dilaksanakan secara maksimal dengan mengedepankan koordinasi dan sinergi seluruh unsur SAR gabungan. Hingga laporan awal ini disampaikan, kedua pendaki masih berstatus dalam pencarian (DP),” terangnya.



















