Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pentas Seni STM Turen Ricuh, 7 Siswa Luka-luka

Screenshot_20260116_180448_Facebook.jpg
Kericuhan saat pentas seni STM Turen. (IDN Times/Istimewa)
Intinya sih...
  • Ratusan siswa STM Turen ricuh saat pentas seni
  • 7 siswa mengalami luka-luka, dari luka ringan hingga berat
  • Kerusuhan diduga akibat dualisme yayasan pengelola STM Turen
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Ratusan siswa STM Turen di Jalan Panglima Sudirman Nomor 2, Desa Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang dilaporkan ricuh di dalam lingkungan sekolah. Kejadian ini menyebabkan 7 siswa mengalami luka-luka.

1. Berawal dari Pentas Seni, ratusan siswa tiba-tiba ricuh

Screenshot_20260116_180420_Facebook.jpg
Kericuhan saat pentas seni STM Turen. (IDN Times/Istimewa)

Guru STM Turen, Bagus Dharmawan menceritakan jika kejadian ini terjadi pada Kamis (15/1/2026) saat para siswa tengah mengikuti acara pentas seni. Pentas seni ini adalah kegiatan rutin siswa setiap memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) STM Turen.

Namun tiba-tiba sekelompok siswa menggeruduk kantor yayasan yang ada di dalam lingkungan sekolah. Diketahui jika kantor yayasan ini tengah terjadi dualisme antara Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT) dan Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT). Para siswa melempari pintu dan jendela hingga kantor ini mengalami kerusakan cukup parah.

"Sebenarnya para guru sudah berupaya mencegah agar tidak ada keributan saat itu, tapi kemarahan siswa tak mampu dikendalikan meski sudah coba kita cegah. Tapi ya begitulah, bahkan ada guru yang mencoba menghalangi malah terluka," terangnya saat dikonfirmasi pada Jumat (16/1/2026).

2. Sebanyak 7 siswa mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit

Situasi di RSU Pindad Turen. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Situasi di RSU Pindad Turen. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Bagus menyampaikan jika akibat kejadian sebanyak 7 siswa mengalami luka-luka mulai luka ringan hingga luka berat. Mereka mengalami luka memar hingga robek karena terkena lemparan hingga pecahan kaca bangunan.

"Ada siswa yang harus dibawa ke RSU Pindad karena luka sobek di tangan, sehingga perlu tindakan operasi. Biaya operasinya ditanggung semua oleh pihak sekolah," bebernya.

3. Kerusuhan ini diduga karena para siswa marah akibat dualisme yayasan

unnamed (3).jpg
Ilustrasi siswa-siswi STM Turen. (IDN Times/Istimewa)

Sengketa antara pengelolaan STM Turen sebenarnya sudah muncul sejak 1984 dan belum terselesaikan hingga saat ini. Awalnya STM Turen dikelola oleh YPPT sejak 1978, kemudian pada 2014 muncul YPTWT yang mengklaim pengelolaan STM Turen.

Pada 2024, YPPT sempat melakukan langkah hukum ke Polda Jawa Timur dengan melaporkan dugaan pemalsuan dokumen akta pendirian yayasan. Tapi hingga saat ini laporan ini belum menujukkan titik terang.

Ketegangan muncul kembali pada Minggu (28/12/2025) malam, saat sekelompok orang menggunakan truk merusak pagar STM Turen. Mereka menabrakkan bagian belakang truk ke pagar hingga ambruk. Sekelompok orang ini kemudian menyerang 2 petugas kematian di sana hingga mengalami sejumlah luka. Pihak YPTWT mengklaim tindakan kekerasan ini dilakukan oleh kubu YPPT, mereka juga telah membuat laporan ke Polres Malang.

Pada 7 Januari 2026, ratusan siswa STM Turen melakukan aksi demo untuk menuntut agar dualisme yayasan segera diakhiri, demo ini berjalan damai. Pada 8 Januari 2026, pihak sekolah akhirnya meliburkan 1.600 siswa akibat konflik 2 yayasan yang tidak berkesudahan.

Demo ini kemudian jadi perhatian DPRD Kabupaten Malang dan sempat dilakukan hearing pada 12 Januari 2026 di Kantor DPRD Kabupaten Malang. "Kami berharap Pemprov (Jawa Timur) mengambil alih (STM Turen. Jadi artinya selama konflik, (kepengurusan) diambil alih Provinsi (Jawa Timur) untuk fungsi yayasannya," ucap Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Menteri PPPA Minta Semua Pihak Peka Soal Tindakan Child Grooming

16 Jan 2026, 19:04 WIBNews