Surabaya, IDN Times - Penjualan sapi kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Surya Surabaya pada momen Idul Adha tahun 2024 ini meningkat lebih dari 20 persen dibanding tahun lalu. Hewan tersebut dipastikan bebas dari penyakit.
Penjualan Sapi Kurban di RPH Surabaya Naik pada Idul Adha 2024

1. Tahun lalu 71 ekor, tahun ini 115 ekor
Direktur Utama (Dirut) RPH Surya Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho mengatakan, penjualan tahun lalu mencapai 71 ekor sapi. Sementara di tahun ini sekitar 115 ekor.
"Tahun lalu penjualan 71 ekor, tahun ini naik sekitar 115 ekor. Sebagian besar dibeli OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Pak Wali Kota," ujarnya ditemui di RPH, Senin (17/6/2024).
Dari ratusan sapi tersebut, 83 ekor di antaranya dibeli OPD Pemkot Surabaya. Dari 83 ekor, 43 ekor sapi dibeli Wali Kota Surabaya dengan berat mulai dari 750-1 ton lebih.
"Kurban tahun ini Pak Wali Kota bersama jajaran OPD, BUMD Surabaya itu menyalurkna 83 ekor sapi kepada masyarakat yang diberikan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, pondok pesantren, yayasan yatim piatu, yayasan sosial keagamaan dan lain sebagainya," ungkap dia.
2. Jasa pemotongan turun
Selain menjual hewan kurban, RPH juga menerima jasa potong, kemas kirim. Dibanding tahun lalu, jasa pemotongan turun dari yang sebelumnya 130 ekor, di tahun ini hanya 70 ekor.
"Kenapa pemorongan menurun, karena tahun ini Alhamdulillah tidak banyak isu penyakit sapi yang mengkhawatirkan baik penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin disease (LSD), sehingga masjid lebih percaya diri untuk memotong sapinya. Itu analisa saya. Kalau 2022-2023 itu karena resiko penyakit, banyak yang menyerahkan pemotongan ke RPH," tutur Fajar.
3. Hewan kurban di RPH dipastikan bebas penyakit
Fajar memastikan, seluruh hewan kurban yang ada di RPH bebas penyakit, terutama PMK dan LSD. Bila hewan terindikasi penyakit, maka langsung dikarantina.
"(Hewan kurban) gejala PMK tidak ada. Kalau ada kita siapkan tempat khusus untuk karantina dan penyembuhan. PMK bisa disembuhkan. Tahun ini gak ada (PMK), tahun lalu gak ada," jelas Fajar.
Pihaknya juga memastikan, setiap sapi yang masuk RPH aman dari penyakit, sehat dan halal. Bila ditemukan cacing pada hari hewan kurban, maka prosedurnya hati tersebut akan diambil untuk dimusnahkan.
"Kalau ditemukan cacing atau dugaan virus kita akan amputasi dan kita akan sampaikan kepada pengkurban tolong jangan dibawa, karena akan kita musnahkan, pengkurban harus mau merelakan demi keamanan dan kesehatan masyarakat yang menerima hewannya," pungkas dia.