Surabaya, IDN Times – Kebutuhan layanan internet di Jawa Timur (Jatim) terus meningkat seiring tingginya aktivitas digital masyarakat. Kondisi tersebut mendorong operator telekomunikasi memperkuat infrastruktur jaringan, termasuk memperluas cakupan layanan 5G di sejumlah wilayah.
Salah satunya dilakukan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk yang menyatakan telah memperluas implementasi 5G Blanket Coverage di delapan kota dan kabupaten di Jatim. Penguatan jaringan juga dilakukan melalui penambahan kapasitas infrastruktur yang kini ditopang lebih dari 29 ribu Base Transceiver Station (BTS), dengan mayoritas merupakan BTS 4G.
Regional Group Head XLSMART Area Jatim, Dodik Ariyanto mengatakan, Jatim menjadi salah satu wilayah prioritas karena kebutuhan layanan digital terus bertumbuh, baik dari masyarakat maupun dunia usaha.
"Jawa Timur merupakan salah satu wilayah strategis dengan pertumbuhan kebutuhan layanan digital yang terus meningkat. Karena itu kami terus meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas implementasi 5G agar pelanggan memperoleh layanan yang lebih cepat dan stabil," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan data perusahaan, trafik layanan data di Jatim meningkat sekitar 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Rata-rata konsumsi data pelanggan kini mencapai 25 GB per bulan, didorong tingginya penggunaan layanan streaming, media sosial, konferensi video, gim daring, transaksi digital hingga aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Saat ini layanan 5G perusahaan tersebut telah tersedia di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, Tuban, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep. Surabaya menjadi wilayah pertama yang menerapkan konsep 5G Blanket Coverage sebelum diperluas ke daerah lain.
Selain memperluas jaringan 5G, operator juga melakukan modernisasi infrastruktur untuk menjaga kualitas layanan di tengah pertumbuhan trafik data yang terus meningkat.
Menurut perusahaan, penguatan jaringan diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari pembelajaran daring, pekerjaan jarak jauh, hingga kebutuhan pelaku UMKM dan sektor industri yang semakin bergantung pada layanan digital.
Ke depan, perusahaan menyatakan akan melanjutkan peningkatan kapasitas jaringan dan memperluas cakupan layanan 5G di berbagai wilayah sesuai dengan perkembangan kebutuhan konektivitas di Jatim.
