Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sudah Sepekan KMN Entok Raib, SAR Sisir Jalur Baru di Laut Utara

Sudah Sepekan KMN Entok Raib, SAR Sisir Jalur Baru di Laut Utara
Pencarian kapal dilakukan Tim SAR. Dok. Kantor SAR Surabaya.
Intinya Sih
  • Tim SAR Surabaya memperluas pencarian KMN Entok yang hilang lebih dari sepekan di perairan utara Jawa dengan mengerahkan KN SAR 249 Permadi menyisir jalur baru berdasarkan informasi keluarga korban.
  • Keluarga korban ikut dalam operasi karena memahami pola pelayaran dan lokasi penangkapan ikan kapal tersebut, diharapkan dapat membantu mempersempit area pencarian yang selama ini belum berhasil.
  • Cuaca di lokasi pencarian dilaporkan bersahabat, namun hingga Selasa siang tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun serpihan, sementara keluarga masih menunggu kabar pasti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Harapan keluarga nelayan KMN Entok belum juga berlabuh. Sepekan lebih menghilang di perairan utara Jawa, kapal pencari ikan asal Lamongan itu masih belum ditemukan. Memasuki hari pencarian terbaru, Kantor SAR Kelas A Surabaya memperluas area operasi dengan mengerahkan KN SAR 249 Permadi menyisir jalur yang diduga menjadi lokasi terakhir KMN Entok mencari ikan.

Penyisiran dilakukan setelah tim SAR menerima informasi baru dari keluarga korban mengenai area yang biasa menjadi lokasi penangkapan ikan kapal tersebut. Informasi itu menjadi petunjuk penting untuk mempersempit titik pencarian yang selama ini belum membuahkan hasil.

KN SAR 249 Permadi bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak pada Selasa (14/7/2026) pukul 07.15 WIB menuju lokasi pencarian yang berjarak sekitar 157 mil laut. Kapal membawa 14 anak buah kapal (ABK) serta personel gabungan dari Unit Siaga SAR Lamongan, PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ditpolairud Polda Jawa Timur, ABK KP Manyar, hingga perwakilan keluarga korban.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit mengatakan, keikutsertaan keluarga korban bukan tanpa alasan. Mereka dinilai memahami pola pelayaran dan lokasi yang biasa menjadi tempat KMN Entok menangkap ikan sehingga diharapkan dapat membantu mengarahkan pencarian.

"Keterlibatan keluarga korban yang pernah ikut dalam aktivitas penangkapan ikan diharapkan dapat membantu memastikan area yang biasa menjadi lokasi operasi KMN Entok," ujarnya.

Selama pelayaran menuju lokasi, kondisi cuaca dilaporkan cukup bersahabat. Berdasarkan prakiraan BMKG Maritim, wilayah operasi berada dalam kondisi berawan dengan angin bertiup ke arah timur berkecepatan sekitar 18 knot dan tinggi gelombang antara 1 hingga 1,29 meter.

Nanang berharap penyisiran di titik baru tersebut dapat membuka petunjuk mengenai keberadaan kapal yang hingga kini masih misterius. "Hasil pengecekan KN SAR Permadi ini diharapkan nantinya dapat menemukan tanda-tanda keberadaan KMN Entok atau setidaknya mendapatkan informasi baru lainnya," katanya.

Sebelum mengerahkan kapal SAR, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyebaran informasi kepada instansi maritim, e-broadcast kepada kapal-kapal yang melintas, hingga koordinasi dengan jaringan pelabuhan dan paguyuban nelayan di sepanjang pesisir utara Jawa.

Informasi pencarian telah disampaikan kepada SROP Surabaya, Vessel Traffic Service (VTS) Surabaya, KSOP Tanjung Pakis, PSDKP Brondong, SROP Tuban, SROP Bawean, KSOP Kalianget, Satpolairud Sumenep, SROP Masalembu, UPP Masalembu, UPP Sapudi, UPP Sapeken, UPP Telaga Biru, hingga komunitas nelayan di wilayah yang diduga menjadi lintasan KMN Entok.

Namun hingga Selasa siang, seluruh upaya itu belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan belum menemukan badan kapal, serpihan, maupun tanda-tanda lain yang mengarah pada keberadaan KMN Entok, sementara keluarga korban masih menunggu kabar di tengah ketidakpastian.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Timur

See More