Surabaya, IDN Times - Supartono (61), seorang pemulung, akhirnya bisa mewujudkan mimpinya untuk menunaikan rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji. Pria yang akrab disapa Mbah Tono ini merupakan jemaah haji asal Ponorogo, Jawa Timur.
Pemulung Ponorogo Naik Haji dengan Menabung Rp3-15 Ribu Setiap Hari

1. Berawal dari mimpi keliling Kabah
Pria paruh baya akrab disapa Mbah Tono bercerita, awal mula dia bertekad menunaikan ibadah haji karena bermimpi digandeng seorang keliling Kabah pada tahun 1998 silam. Setelah terbangun, dia pun berdoa agar bisa berangkat haji.
"Saat saya terbangun, saya berdoa dengan penuh kesungguhan hati dan memohon kepada Allah SWT agar diberi kemampuan untuk berhaji ke tanah suci ," ujar Mbah Tono.
2. Menabung sedikit demi sedikit
Sebagai seorang pemulung, Mbah Tono mengumpulkan sedikit demi sedikit penghasilannya untuk bisa berhaji. Selain memulung, Mbah Tono juga bekerja sebagai tukang becak dan pekerja serabutan.
"Saya mulai narik becak dan mulung sejak tahun 1983. Selain itu, saya diberi pekerjaan sebagai tukang sapu oleh seseorang. Terkadang saya juga disuruh memperbaiki atap genting atau memotong kayu. Semua pekerjaan serabutan yang bisa saya lakukan, saya kerjakan asalkan halal," ujarnya.
"Nabung kadang Rp3 ribu per hari, kadang Rp5 ribu. Paling banyak pernah menabung Rp15 ribu," imbuhnya.
3. Mbah Tono mendaftar haji tahun 2011
Suatu ketika, Mbah Tono membantu seseorang menjual tanah dan mendapatkan komisi sebesar Rp7 juta. Dengan modal uang tersebut, ditambah dengan tabungan pribadinya, Mbah Tono memberanikan diri mendaftar haji pada tahun 2011.
Setelah mendaftar haji, rezeki Mbah Tono semakin lancar. Ia sering menerima bantuan dari warga sekitar. Selain itu, ia mulai beternak kambing dan sapi untuk menambah pemasukannya.
Tahun 2024 menjadi tahun yang penuh berkah bagi Mbah Tono. Ia akhirnya tergabung dalam Kloter 19 Embarkasi Surabaya dan terbang ke Tanah Suci pada Kamis (16/5/2024) kemarin.