Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp1,8 M untuk Penanganan Corona

Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp1,8 M untuk Penanganan Corona
RSUD Dr Iskak Tulungagung, IDN Times /Istimewa
Share Article

Tulungagung, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Tulungagung menganggarkan Rp1,8 miliar untuk penanganan virus corona. Dana tersebut diambilkan dari APBD 2020. Besaran dana ini dikelola oleh RSUD Dr. Iskak Tulungagung, yang ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan virus dari Tiongkok ini.

1. Dana untuk kebutuhan penanganan Corona

Direktur RSUD Dr Iskak Tulungagung, Dr Supriyanto, IDN Times / istimewa
Direktur RSUD Dr Iskak Tulungagung, Dr Supriyanto, IDN Times / istimewa

Direktur RSUD Dr Iskak Tulungagung, Supriyanto menjelaskan besaran dana tersebut diperuntukkan bagi biaya perawatan pasien suspect maupun orang dalam pemantauan medis. Dana ini juga digunakan untuk biaya petugas melakukan survailance terhadap lingkungan pasien yang diduga terkena virus corona. "Meskipun di Tulungagung belum ada kasus, namun kesiapan dana ini diperlukan untuk berjaga jaga," ujarnya, Selasa (10/03)

2. Paling banyak terserap untuk APD

(Foto hanya ilustrasi) Petugas merawat pasien diduga corona, IDN Times/ Bramanta Pamungkas
(Foto hanya ilustrasi) Petugas merawat pasien diduga corona, IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Dari besaran dana ini, yang banyak terserap untuk memenuhi Alat Pelindung Diri (APD) di ruang isolasi. Jenis pakaian ini hanya bisa digunakan sekali pakai. Bahkan untuk perawatan pasien di ruang isolasi selama 5 hari, kebutuhan APD sendiri bisa mencapai Rp70 juta. Satu set APD ditaksir mencapai Rp 500 ribu. "Itu untuk APD saja belum kebutuhan lainnya, seragam ini memang mahal dan hanya bisa digunakan sekali pakai," imbuhnya.

3. Telah rawat dua pasien terduga corona

Ilustrasi: Petugas merawat pasien diduga corona, (IDN Times/Bramanta Pamungkas)
Ilustrasi: Petugas merawat pasien diduga corona, (IDN Times/Bramanta Pamungkas)

Hingga saat ini, RSUD Dr Iskak Tulungagung telah menangani dua kasus pasien diduga terkena virus corona. Keduanya harus diisolasi karena mempunyai riwayat perjalanan berkunjung ke negara terpapar virus tersebut. Keduanya secara hasil laboratoris dinyatakan negatif corona. "Pasien pertama baru pulang dari Korea Selatan dan pasien kedua baru pulang dari Hongkong, keduanya negatif corona," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bramanta Putra
EditorBramanta Putra

Latest News Jawa Timur

See More

Ringkas, ITS Kembangkan Alat Pendeteksi Minyak Babi Portabel

28 Mei 2026, 13:15 WIBNews