Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PELNI Gratiskan Biaya Pengiriman Bantuan Korban Gempa Bumi NTT
Kepala Cabang PELNI Surabaya, Roni Abdullah. (Dok. PELNI)
  • Pelindo dan PELNI menggratiskan penuh tarif pengiriman bantuan gempa NTT selama masa tanggap darurat, dengan fasilitas yang difasilitasi Kementerian Perhubungan.
  • Posko pengumpulan bantuan beroperasi di Terminal Gapura Surya Nusantara Surabaya sejak 16 Agustus 2026, serta tersedia di Tanjung Priok dan Makassar.
  • Bantuan prioritas mencakup sembako, tenda, matras, obat-obatan, perlengkapan bayi, dan air mineral; KM Tidar berangkat dari Surabaya pada 30 Agustus 2026 menuju Maumere.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI menggratiskan biaya pengiriman untuk bantuan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas diskon 100 persen ini berlaku untuk tarif muatan kapal PELNI selama masa tanggap darurat bencana gempa bumi di NTT.

Kepala Cabang PELNI Surabaya, Roni Abdullah diskon tersebut difasilitasi Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Pihaknya berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan tarif gratis ini untuk membantu masyarakat di NTT.

“Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa, khususnya di Jawa Timur, kami bersama Pelindo dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menginisiasi dibentuknya posko bersama di Terminal Gapura Surya Nusantara,” ujarnya, Senin (24/8/2026

Posko ini telah beroperasi sejak 16 Agustus 2026. Masyarakat bisa mengumpulkan bantuan di posko tersebut sebelum diberangkatkan menggunakan kapal-kapal penumpang PELNI.

"Selain Surabaya, posko serupa juga disiapkakan di berbagai pelabuhan utama seperti Tanjung Priok (Jakarta) dan Makassar," terang dia.

Dari sisi pengelolaan dan operasional pelabuhan, Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menegaskan pihaknya siap memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan ke NTT. Pihaknya memastikan seluruh kesiapan infrastruktur pelabuhan, dermaga, fasilitas penunjang, hingga operasional bongkar muat di posko bersama berjalan lancar.

"Pelindo berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar bantuan logistik dari masyarakat dapat terdistribusi secara cepat, aman, dan tepat sasaran,” tegas Ana Adiliya.

Adapun jenis bantuan prioritas yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak bencana NTT meliputi bahan pokok (sembako), tenda pengungsian, matras, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta air mineral.

Untuk pengiriman tahap selanjutnya dari Surabaya, PELNI menyiapkan KM Tidar yang dijadwalkan bertolak pada 30 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB dengan rute Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Maumere. Sebelumnya, KM Tidar telah memberangkatkan gelombang pertama bantuan pada 16 Agustus 2026 dan tiba di Maumere pada 19 Agustus 2026 untuk diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Selain KM Tidar, PELNI bersama Pelindo juga menyiagakan armada kapal penumpang lainnya seperti KM Awu, KM Gunung Dempo, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Tilongkabila, dan KM Wilis guna memfasilitasi pengiriman logistik sesuai rute reguler dan pelabuhan singgah di wilayah NTT.

Fasilitas pengiriman gratis 100 persen ini masih terus dibuka tanpa batas waktu yang ditentukan, menyesuaikan dengan kebutuhan tanggap darurat di lapangan dan arahan selanjutnya dari Pemerintah. Pelindo dan PELNI mengimbau masyarakat, swasta, maupun instansi yang ingin menyalurkan bantuan untuk dapat memanfaatkan fasilitas posko bersama serta armada kapal yang telah disiagakan.

Editorial Team

Related Article