Trenggalek, IDN Times - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami lonjakan di Kabupaten Trenggalek. Pada minggu pertama di bulan 2025, tercatat 15 kasus baru DBD. Selama tahun 2024 total terdapat 1.071 kasus DBD. Jumlah tersebut meningkat drastis dibanding angka kasus pada tahun 2023. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk masif di lakukan oleh Pemkab setempat.
Pekan Pertama 2025, Ada Belasan Kasus DBD di Trenggalek

1. Total 15 kasus DBD di minggu pertama
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek, Sunarto mengatakan, dalam minggu pertema pihaknya telah mencatat sebanyak 15 kasus baru DBD. Jumlah ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kasus DBD pada periode sama 2024.
"Kasus DBD masih menjadi kewaspadaan, mengingat di minggu awal tahun 2025 sudah ada 15 temuan kasus baru DBD," ujarnya, Jumat (10/1/2024).
2. Tahun lalu jumlah kasus DBD capai 1.071 kasus
Sunarto mengungkapkan, apabila melihat data kasus DBD 2024 menunjukan lonjakan kasus. Adapun total kasus DBD selama 2024 mencapai 1.071 kasus. Jumlah tersebut meningkat drastis dibading tahun 2023 yang hanya 129 kasus. Temuan kasus DBD terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar yakni 179 kasus. Kemudian di Puskesmas Karangan sebanyak 78 kasus serta Puskesmas Pandean sebanyak 77 kasus.
"Hampir semua kelompok usia terjangkit DBD. Namun paling banyak pasien DBD berada di kelompok usia 15-44 tahun dengan 49,45 persen," paparnya.
3. Tingkatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk
Lanjut Sunarto, jika dilihat kembali kasus DBD 2024, pasien paling banyak berasal dari anak sekolah yakni 460 orang. Maka diawal 2025, pihaknya akan tetap waspada mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus DBD.
"Mudah-mudahan tahun ini tidak ada lonjakan. Kami mengimbau agar masyarakat melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk," pungkasnya.