Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pedagang Kelontong Asal Kediri, Nabung Rp20 Ribu Per hari Demi Berhaji

Pedagang Kelontong Asal Kediri, Nabung Rp20 Ribu Per hari Demi Berhaji
Sri Dewi Sudarti (66), calon jemaah haji asal Kediri. (Dok. PPIH Embarkasi Surabaya)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Sri Dewi Sudarti (66) akhirnya bisa merasakan buah manis dari perjuangannya menabung selama 16 tahun. Dengan menyisihkan uang Rp20 ribu per hari dari berdagang di toko kelontong, Sri Dewi kini memenuhi panggilan Allah untuk berhaji. 

Sri Dewi Sudarwati merupakan calon jemaah haji kloter 5 asal Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Ia dijadwalkan terbang ke Madah, pada Sabtu (3/5/2025) pukul 14.20 WIB.

Sri bercerita, dia bukan merupakan orang berada. Almarhum suaminya adalah tukang tambal ban yang juga penjual bensin eceran. Sedikit demi sedikit ia mulai membuka toko kelontong.

"Alhamdulillah barokah. Dari situ, saya bisa mulai merintis jualan kecil-kecilan di rumah sendiri pada tahun 1995 dan sekarang warung saya lebih lengkap jualannya daripada dulu," tuturnya.

Sri mulai memiliki keinginan berhaji pada tahun 2009 silam. Uang hasil berdagang ia kumpulkan sedikit demi sedikit, hingga akhirnya ia memberanikan diri mendaftar haji pada 2012 silam.

"Alhamdulillah dari hasil menabung rutin sebesar Rp20 ribu yang saya simpan dalam suatu kotak, saya dapat mendaftar haji pada tahun 2012 setelah terkumpul Rp25 juta," tuturnya. 

Nenek tujuh cucu ini sebenarnya sudah punya niat berhaji sejak anak-anaknya masih kecil. Namun, karena tak ada biaya, keinginannya itu ia kubur.

"Keinginan berhaji sebenarnya sudah lama cuma waktu itu keadaan ekonomi belum memungkinkan, anak-anak masih kecil," ujarnya bercerita.

Setelah memiliki tekad kuat untuk mendaftar haji, pada tahun 2009 dia mulai rutin menabung setiap hari sebesar Rp20 ribu. Setiap hari uangnya dia simpan di sebuah kotak yang ditatuh di rumah.

"Saya nabungnya di rumah saja, tidak ke bank. Saya ini orang desa. Tidak biasa ke bank. Saya simpan di kotak saja," terangnya.

Sri pun merasa bahagia dan bersyukur dapat berangkat haji tahun ini. Walau keberangkatannya itu tanpa ditemani suami maupun anaknya.

"Suami saya sudah meninggal. Alhamdulillah beliau sudah haji. Kami daftarnya tidak bareng karena uang yang kami punya hanya cukup buat daftar satu orang. Jadi ya gantian," ujarnya.

Di tanah suci nanti, Sri akan banyak menggunakan waktunya untuk mendoakan anak dan cucu. Ia berdoa agar keluarganya juga bisa berangkat haji.

"Di tanah suci nanti saya akan berdoa semoga anak-anak saya, cucu-cucu juga dapat melaksanakan ibadah haji atau setidaknya bisa berumroh dulu," harapnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Timur

See More