Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pasutri Asal Blitar Ini Raup Cuan Bisnis Kopi dari Dapur Rumah

WhatsApp Image 2026-01-18 at 16.43.11.jpeg
Dapur rumah disulap menjadi ruang racik kopi kekinian. IDN Times/Bramanta Pamungkas
Intinya sih...
  • Dapur rumah dijadikan area racik kopi ala kafe profesional
  • Penjualan dilakukan secara online melalui media sosial dan aplikasi ojek online
  • Pasutri bisa berbisnis tanpa meninggalkan pekerjaan rumah tangga, menerima rata-rata 50 pesanan kopi per hari dengan harga Rp10-15 ribu per cup
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Blitar, IDN Times - Bisnis kopi tak harus selalu identik dengan kafe besar dan lokasi strategis. Pasutri di Kota Blitar ini sukses menjalankan bisnis kopi tanpa harus membuka kafe besar. Memanfaatkan ruang dapur di rumahnya. pasangan Langkah Bachtiar bersama sang istri Ninuk Yuliana melakukan hal tersebut. Dapur di rumah tipe 36 miliknya yang terletak di Perum Widuri Residance, Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, pria yang akrab disapa Gilang ini menerima orderan kopi setiap hari.

1. Manfaatkan dapur rumah untuk meracik kopi

WhatsApp Image 2026-01-18 at 16.43.12 (2).jpeg
Dapur rumah disulap menjadi ruang racik kopi kekinian. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Dapur rumahnya disulap area racik kopi ala kafe profesional. Meja bar mini, alat seduh kopi lengkap, hingga dekorasi khas coffe shop membuat suasana rumah begitu instagramable. Dari sinilah, pasutri ini meracik berbagai varian kopi, termasuk signature coffe latte dan minuman favorit pelanggan es cendol. "Usaha kopi rumahan ini baru berjalan dua bulan, tapi pesanan terus berdatangan," ujar Gilang, Selasa (20/1/2025).

2. Penjualan dilakukan secara online

WhatsApp Image 2026-01-18 at 16.43.12 (1).jpeg
Dapur rumah disulap menjadi ruang racik kopi kekinian. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Awal mula usaha ini berangkat dari hobinya ngopi di kafe. Meski rumahnya berada di pinggiran kota, Bachtiar dan sang istri tetap mewujudkan ide membuka kafe sendiri dengan memanfaatkan teknologi untuk pemasaran. Mulai dari membuat akun media sosial dan mendaftarkan produk ke aplikasi ojek online, sehingga pesanan bisa diterima secara online dan diantar langsung ke rumah pembeli. "Pemasaran melalui online ya, yang paling sering itu pelanggan memakai aplikasi ojek online," tuturnya.

3. Tetap bisa berbisnis tanpa meninggalkan pekerjaan rumah tangga

WhatsApp Image 2026-01-18 at 16.43.12.jpeg
Dapur rumah disulap menjadi ruang racik kopi kekinian. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Dalam sehari, rata-rata Bachtiar dan istri mendapat pesanan 50 cup kopi. Harga kopi yang diracik keduanya ini bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per cup. Kisah pasutri ini membuktikan bahwa dari hobi ngopi saja, bisa membuka usaha kreatif dari rumah yang menghasilkan cuan setiap hari. Dengan sedikit kreativitas, pemanfaatan teknologi dan ketekunan, dapur rumah bisa berubah menjadi mini coffe shop yang sukses. "Kelebihan usaha rumahan ini, saya bisa mendapat tambahan uang sambil tetap merawat anak dan keluarga," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Pemkot Surabaya Siapkan Sekolah Rakyat, Buka saat Tahun Ajaran 2026

20 Jan 2026, 11:25 WIBNews