Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pastikan Mental Terjaga, Dindik Dampingi Siswa Korban Pemukulan Guru

Pastikan Mental Terjaga, Dindik Dampingi Siswa Korban Pemukulan Guru
ilustrasi kekerasan (IDN Times/Aditya Pratama)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan bahwa siswa korban pemukulan gurunya di SMPN 49 Surabaya didampingi oleh psikolog. Hal ini bertujuan untuk mencegah korban mengalami trauma berkepanjangan.

1. Korban pemukulan guru langsung diberi pendampingan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengunjungi korban kekerasan. (dok. Kominfo Surabaya)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengunjungi korban kekerasan. (dok. Kominfo Surabaya)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh menjelaskan, pihaknya sudah memberikan pendampingan kepada korban sejak kasus ini mulai ditangani. Langkah cepat pemberian pendampingan ini dibutuhkan untuk anak-anak dalam menghadapi suatu krisis. Selain dari pihak Dispendik, korban juga dipantau langsung oleh pisikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APKB).

"Alhamdulillah untuk psikologis anaknya tidak ada masalah, karena sejak awal kita terus dampingi juga. Kita juga dibantu teman-teman dari DP3APKB  untuk mendampingi anak-anak," ujar Yusuf, Rabu (2/2/2022).

2. MR disebut dalam keadaan baik-baik saja

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengunjungi rumah korban kekerasan. (dok. Kominfo Surabaya)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengunjungi rumah korban kekerasan. (dok. Kominfo Surabaya)

Hingga saat ini, Yusuf mengatakan bahwa korban berinisial MR berada dalam keadaan yang baik. Korban masih bisa mengikuti pelajaran di sekolah meski sudah menerima tindak kekerasan oleh guru di depan teman-temannya. Menurut Yusuf, kemauan korban untuk sekolah menjadi hal yang penting saat ini.

"Jadi, saya memang utamakan untuk kepentingan anak dulu, dan alhamdulillah kondisinya sudah bagus sekarang," tuturnya.

3. Murid harusnya disayangi

Ilustrasi anak murid belajar di dalam kelas  (pexels.com/RODNAE Productions)
Ilustrasi anak murid belajar di dalam kelas (pexels.com/RODNAE Productions)

Yusuf menambahkan bahwa pihaknya masih menyesali perbuatan guru olahraga SMPN 49 Surabaya, JS kepada MR. Apa pun alasannya, Yusuf merasa pemukulan anak-anak tidak dibenarkan apalagi dilakukan di muka kelas. Ia berharap, guru-guru lain dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini dan bisa mendidik siswanya dengan penuh kasih sayang.

"Kalau anak disayangi dan dibuat senang, insyallah anak-anak itu kerasan di sekolah," ungkapnya.

4. PGRI minta maaf ke keluarga korban

Ilustrasi Profesi (Guru) (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Profesi (Guru) (IDN Times/Mardya Shakti)

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Surabaya Agnes Warsiati sebagai perwakilan organsisasi guru meminta maaf kepada keluarga korban lantaran harus melewati kejadian yang tak mengenakkan tersebut.

"Yang paling penting juga kejadian ini akan menjadi pembelajaran bagi kita para guru agar guru memang benar-benar fitrohnya menyayangi anak dan empati pada anak. Itu yang selalu dan harus menjadi pedoman dalam mendidik, walaupun hatinya seperti apa, tapi karena itu adalah anak-anak, ya kita yang harus tetap menyayangi dan kita harus kembali dan ingat bahwa kita sebagai pendidik, betul-betul fitroh kita sebagai mendidik," jelas Agnes.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fitria Madia
EditorFitria Madia

Latest News Jawa Timur

See More

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Perempuan di Putat Jaya Surabaya

27 Jun 2026, 19:55 WIBNews