Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pasca Kecelakaan, Siswa SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung Belajar di Rumah
Suasana di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Tulungagung, IDN Times - Suasana duka terasa di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung pasca peristiwa kecelakaan yang dialami bus rombongan guru di Rest Area KM 725 tol Surabaya-Mojokerto kemarin siang. Ratusan siswa dan guru menggelar doa bersama. Dalam peristiwa ini satu korban guru bernama Titis Eswindro meninggal dunia. Sedangkan belasn guru lain mengalami luka berat dan ringan.

1. Terdapat 20 guru dan beberapa staf yang berangkat ke Surabaya

Bus yang mengangkut rombongan guru SMAN 1 Kedungwaru alami kecelakaan. IDN Times/ istimewa

Wakasek Kurikulum SMAN 1 Kedungwaru, Eko Budi menjelaskan terdapat 20 guru dan beberapa staf sekolah yang berangkat ke Surabaya untuk mendukung tim basket bertanding. Beberapa guru ikut rombongan suporter siswa. Selain itu terdapat satu bus yang khusus mengangkut guru.

"Jadi ada 5 bus siswa yang berangkat, setiap bus itu ada guru pendamping, selain itu ada bus khusus untuk guru," ujarnya, Selasa (8/10/2024).

2. Seorang guru meninggal dunia, belasan lain luka-luka

Siswa SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung saat mengikuti doa bersama. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Bus yang khusus ditumpangi guru tersebut mengalami kecelakaan tunggal saat hendak masuk rest area. Diduga rem bus blong dan membuatnya terguling. Kecelakaan ini menyebabkan satu guru meninggal dunia. Selain itu terdapat 9 guru mengalami luka berat dan 10 guru luka ringan. Untuk guru yang mengalami luka berat kini telah dipindahkan ke RSUD dr Iskak Tulungagung guna perawatan lebih lanjut. "Guru yang meninggal dunia adalah bapak Titis Eswindro. Beliau guru Kimia serta wali kelas XII 1," tuturnya.

3. Guru yang ada akan mencover seluruh kegiatan belajar mengajar

Siswa SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung saat mengikuti doa bersama. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Untuk hari ini, siswa diperbolehkan untuk belajar di rumah. Beberapa siswa juga akan berziarah ke rumah duka. Pihak sekolah terus memantau kondisi guru yang mengalami luka ringan. Mereka juga memastikan kegiatan belajar mengajar akan kembali normal besok.

"Jumlah guru yang ada saat ini kita usahakan bisa mencover kegiatan belajar mengajar siswa," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article