Madiun, IDN Times – Tradisi peringatan bulan Muharam atau Suro yang biasa dilaksanakan para pesilat di wilayah Madiun dipastikan tidak berlangsung tahun ini. Sebab, berisiko terhadap penyebaran COVID-19 lantaran kegiatan itu melibatkan massa yang berjumlah banyak. Ini juga telah menjadi kesepakatan para pengurus peruguruan silat.
Perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), misalnya, memiliki tradisi berziarah ke makam dua sesepuhnya di wilayah Kota Madiun pada 1 Suro atau semalam sebelumnya. Sedangkan warga Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTW) biasa menjalankan silaturahmi yang biasa disebut Suran Agung pada pertengahan bulan Muharam.
“Memang, para ketua perguruan silat sudah melarang warganya untuk menjalankan tradisi tahun ini karena bisa membuat kerumunan,” kata Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto usai apel kesiapan pasukan pengamanan Malam 1 Suro dan 1 Suro di lapangan mapolres setempat, Selasa (18/8/2020).
