Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Sekolah di Kabupaten Madiun Uji Coba Pembelajaran Secara Tatap Muka

3 Sekolah di Kabupaten Madiun Uji Coba Pembelajaran Secara Tatap Muka
Ilustrasi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada hari pertama di SMA Negeri 2 Mejayan, Kabupaten Madiun, Selasa (18/8/2020). IDN Times/Nofika Dian Nugroho
Share Article

Madiun, IDN Times - Sejumlah sekolah di Kabupaten Madiun mulai melakukan uji coba pembelajaran secara tatap muka pada era new normal, Selasa (18/8/2020). Lembaga pendidikan itu adalah SMA Negeri 2 Mejayan; SMK Negeri 2 Jiwan; dan SLB Negeri Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan.

“Sesuai informasi yang kami terima, memang ada tiga sekolah (di wilayah Kabupaten Madiun) yang ditunjuk Pemprov JawaTimur untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka,” kata Ketua Satgas COVID-19 SMA Negeri 2 Mejayan Titik Suparti.

1.Berlangsung selama dua pekan

Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada hari pertama uji coba di SMA Negeri 2 Mejayan, Selasa (18/8/2020). IDN Times/Nofika Dian Nugroho
Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada hari pertama uji coba di SMA Negeri 2 Mejayan, Selasa (18/8/2020). IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Namun, ia tidak mengetahui alasan penunjukan oleh Cabang Dinas Pendidikan tersebut. Yang jelas, pihak sekolah langsung menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan penerapan protokol kesehatan beberapa hari sebelumnya. Salah satunya, penyemprotan disinfektan sebelum kegiatan belajar di kelas dimulai pada pukul 07.00 dan setelah rampung pada pukul 10.00.

“Hal ini kami lakukan sampai akhir Agustus ini sesuai masa uji coba pembelajaran di sekolah,” ujar Titik sambil menyatakan masa uji coba itu berlangsung selama dua pekan atau akhir Agustus 2020.

2.Setiap kelas diisi 15-16 siswa

Seorang siswi SMA Negeri 2 Mejayan sedang mencuci tangan sebelum masuk ke kalas untuk mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka pada masa uji coba, Selasa (18/8/2020). IDN Times/Nofika Dian Nugroho
Seorang siswi SMA Negeri 2 Mejayan sedang mencuci tangan sebelum masuk ke kalas untuk mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka pada masa uji coba, Selasa (18/8/2020). IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Selama kurun waktu itu, teknis pembelajaran di kelas hanya diikuti 15 hingga 16 siswa per kelas selama empat jam pelajaran. Adapun jadwal masuknya diterapkan secara bergilir dengan batas maksimal sekitar 200 siswa setiap harinya.

“Setiap siswa dijadwalkan masuk dua kali selama masa uji coba pembelajaran secara tatap muka ini berlangsung. Baik untuk kelas 10, 11, dan 12,” kata guru mata pelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Mejayan ini.

3.Sebagian orangtua tidak mengizinkan anaknya belajar secara tatap muka

Surat pernyataan dari orang tua/wali murid tentang kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di tengah pandemik COVID-19. IDN Times/Nofika Dian Nugroho
Surat pernyataan dari orang tua/wali murid tentang kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di tengah pandemik COVID-19. IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Para siswa yang mengikuti pembelajaran secara langsung wajib menyertakan surat keterangan dari orang tua/wali murid dengan dibubuhi materai Rp 6.000. Isinya tentang mengizinkan atau tidak mengizinkan anaknya melaksanakan uji coba tersebut.

“Dari jumlah total siswa lebih dari 900-an, ada sekitar 10 persennya tidak mengizinkan untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Alasannya mungkin khawatir,” ungkap Titik.

Bagi mereka yang tidak masuk sekolah, ia melanjutkan, tetap dapat mengikuti pembelajaran secara daring. Ini sesuai dengan kegiatan yang selama ini berlangsung selama masa pandemik COVID-19. “Untuk yang masuk ke sekolah juga harus menyertakan formulir skrining COVID-19 saat hari pertama masuk,” tutur dia.

4. Sempat khawatir sebelum masuk sekolah

SMA Negeri 2 Mejayan, Kabupaten merupakan salah satu sekolah yang menjalankan uji coba pembelajaran secara tatap muka. IDN Times/Nofika Dian Nugroho
SMA Negeri 2 Mejayan, Kabupaten merupakan salah satu sekolah yang menjalankan uji coba pembelajaran secara tatap muka. IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Sementara itu, Dinda Sekar Ayu Pramesti, salah seorang siswa kelas X SMA Negeri 2 Mejayan menyatakan bahwa pembelajaran secara tatap muka lebih mudah dibandingkan daring. “Materinya tersampaikan dengan baik dan bisa saling mengenal antara siswa dan guru,” ucap dia.

Namun demikian, sebelum berangkat ke sekolah ia sempat merasa khawatir atas potensi penularan COVID-19. Di sisi lain, ia juga merindukan pembelajaran di sekolah secara langsung yang sudah beberapa bulan tidak dijalani. “Sekarang kan sudah new normal dan bisa beraktivitas seperti sebelumnya. Yang penting, protokol kesehatan tetap dijalankan,” kata Dinda.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nofika Dian Nugroho
EditorNofika Dian Nugroho

Latest News Jawa Timur

See More

Masih Dirawat di Saudi, 6 Jemaah Haji Belum Kembali ke Tanah Air

07 Jun 2026, 09:56 WIBNews