Surabaya, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dam Geofisika (BMKG) mengajak semua pihak mewaspadai musim hujan pada akhir tahun hingga awal tahun mendatang. Karena diprediksi intensitas atau curah hujan terus tinggi.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat rakor di Surabaya membeberkan bahwa musim hujan kali ini berbeda dengan tahun-tahun yang sebelumnya. Dari data satelit yang diterimanya, kondisi kepulauan Indonesia menunjukkan suhu muka air laut yang semakin menghangat dan memanas bahkan suhu naik hingga 2 derajat celcius.
“Ini kenaikan yang sangat mengkhawatirkan. Dampaknya, maka terjadilah booster, kenaikan pembentukan awan-awan hujan yang intensif. Itulah yang disebut anomali iklim global atau La Nina, levelnya masih lemah,” ujarnya.
Dwikorita menambahkan, hal ini memicu peningkatan curah hujan, serta terbentuknya sirkulasi siklonik, muncul bibit-bibit siklom, mengepung wilayah Indonesia dan mengakibatkan angin kencang serta hujan lebat. Termasuk dirasakan di wilayah Jawa Timur.
Ia pun membeberkan perkiraan cuaca untuk kesiapsiagaan dan mitigasi bencana agar meminimalisir potensi cuaca ekstrem, mencegah korban jiwa dan mengurangi kerugian. “Bisa cek untuk kecamatan mana saja di tiap kabupaten yang kiranya akan terjadi cuaca ekstrem," katanya.
"Silakan buka aplikasi INAWIS BMKG, lihat bagaimana fitur cuaca dalam tujuh hari ke depan,” tambah Dwikorita.
Sementara BMKG Kelas I Juanda sudah menerbitkan peringatan dini periode 13 - 22 Desember 2024. BMKG meminta peningkatan kewaspadaan cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi. Seperti hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting belijng serta hujan es.
